Berita Jawa Tengah

DPRD Belum Terima Rekap Penggunaan Anggaran Covid-19 di Kabupaten Semarang

Dalam membuat laporan penggunaan dana penanganan corona, Pemkab Semarang tidak membuat klasifikasi pencegahan dan penanganan secara detail.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - DPRD menyebut belum menerima data laporan rekap penggunaan anggaran penanganan dampak pandemi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening berkata, terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 terakhir DPRD menerima laporan pada September 2020.

"Pada awal September 2020, DPRD dilapori seluruh anggaran penanganan corona berkisar Rp 57 miliar."

"Dari dana itu, sudah terserap sekira 60 persen," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Idealnya Liga 1 2020 Dihentikan, Usulan Asisten Pelatih PSIS Semarang Karena Pertimbangan Ini

Baca juga: Dugaan CEO PSIS Semarang, Kompetisi Liga 1 Bakal Digelar Seusai Pilkada Serentak 2020

Baca juga: Pemain Asing Masih Dibiarkan di Kampung Halaman, Alasan GM PSIS Semarang: Karena Semua Belum Jelas

Baca juga: Persiapan Mepet, PSIS Semarang Siap Ambil Risiko Bila Digelar Awal November

Menurut Bondan, dalam laporan penggunaan dana penanganan corona tersebut, Pemkab Semarang tidak membuat klasifikasi pencegahan dan penanganan.

Melainkan sekadar klasifikasi setiap kegiatan.

Dia menambahkan, terkait sistem yang mengatur penerima bantuan, DPRD menilai sampai sejauh belum bisa dikatakan baik.

Meskipun demikian, sejak awal penanganan sampai pertengahan Oktober 2020 telah ada perubahan.

“Hanya saja sekarang kami melihat belum ada lagi pemberian bantuan secara masif."

"Bahkan ada informasi yang masuk, bila warga yang isolasi mandiri belum terkover,” katanya.

Pihaknya meminta Pemkab Semarang melakukan pembenahan sistem data dan layanan.

Kemudian, secara berkala mengevaluasi setiap kegiatan.

Monitoring dianggap penting karena pandemi Covid-19 tersebut baru tahun ini dihadapi.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Semarang akan menambah anggaran penanganan dampak pandemi virus corona senilai Rp 5 miliar.

Dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pengadaan sejumlah bantuan sembako melalui program jaring pengaman ekonomi.

Bupati Semarang Mundjirin menyatakan, rencana pada November 2020, bantuan akan mulai dicairkan.

Penyaluran bantuan bakal dilakukan secara sistem terkoordinasi melalui pemerintah desa masing-masing.

"Sedang pendataan calon penerima bantuan diserahkan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinsos Kabupaten Semarang."

"Selain program jaring pengaman sosial warga yang terdampak pandemi Covid-19 juga bakal memperoleh bantuan melalui program keluarga harapan (PKH)," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Pilkada Serentak di Jateng, KPU Cuma Targetkan 77 Persen Partisipasi Pemilih

Baca juga: Rekomendasi Banggar DPRD Jateng: Bubarkan PT SPJT Karena Tidak Produktif

Baca juga: Ini Terobosan Baru Pemprov Jateng, Bikin Sekolah Virtual Buat Anak Putus Sekolah, Begini Teknisnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved