Berita Purbalingga

Festival Film Purbalingga Tahun Ini Digelar Secara Virtual, Selama Sepekan Mulai Sabtu 24 Oktober

Walau situasi pandemi, FFP sebagai program tahunan CLC Purbalingga tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Panitia Festival Film Purbalingga jumpa pers di Kedai Pojok, Taman Usman Janatin Purbalingga, Selasa (20/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Festival Film Purbalingga (FFP) 2020 akan dibuka pada Sabtu (24/10/2020) malam di Bioskop Misbar Purbalingga, kompleks Usman Janatin Purbalingga City Park, Jalan Ahmad Yani Nomor 57 Purbalingga.

Wabah Covid-19 mengharuskan festival film ini digelar secara virtual melalui kanal Youtube Misbar Purbalingga.

Selain itu, waktu penyelenggaraan yang biasa direncanakan sepanjang Juli 2020, selama sebulan penuh, juga harus mundur hingga Oktober 2020 dan hanya berlangsung sepekan.

Baca juga: Gemarikan di Masa Pandemi, Ini Manfaat Kampanye Gemar Makan Ikan di Purbalingga

Baca juga: Gelar Deklarasi Damai, Kapolres Purbalingga Sebut Menjaga Kamtibmas Tak Bisa Dilakukan Satu Pihak

Baca juga: Masih Terpengaruh Masa Pandemi, Ini Skala Prioritas Pembangunan Tahun Depan di Purbalingga

Baca juga: Olahan Nanas Asal Purbalingga Sudah Banjiri Pasar Arab Saudi, Namanya NanasQu Berbentuk Koktail

Beberapa program yang menghadirkan banyak warga terpaksa ditiadakan.

Seperti program Layar Tanjleb Keliling Desa se- Banyumas Raya dan program Kompetisi Film Favorit SMA Pilihan Penonton.

Direktur FFP, Bowo Leksono mengatakan, walau situasi pandemi, FFP sebagai program tahunan CLC Purbalingga tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Sedih memang jika FFP tahun ini tidak bertemu langsung penonton, utamanya masyarakat desa,” terang Bowo kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (20/10/2020).

Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, jelas Bowo, pengelola FFP tetap berkomitmen memberikan tontonan yang menarik dan edukatif kepada masyarakat lewat media daring.

Sementara di tempat pemutaran, jumlah penonton dibatasi.

Program utama FFP, yakni Kompetisi Film Pelajar setingkat SMA Banyumas Raya digelar dengan mengusung tema “Pandemi Covid-19”.

Semua film yang didaftarkan berkisah tentang perspektif pelajar terhadap situasi pandemi.

Menurut pegiat FFP, Nur Muhammad Iskandar, ada 14 film fiksi dan 5 film dokumenter pelajar yang didaftarkan.

“Secara kuantitas turun, namun pelajar yang berhasil memproduksi film adalah sebuah kemenangan awal."

"Dimana saat ini karena situasi, antar mereka sulit berkomunikasi secara wajar,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, film-film kompetisi pelajar yang masuk meja pengelola festival selanjutnya dikurasi.

Hasilnya 7 film fiksi dan 5 film dokumenter yang akan diputar secara langsung di akun Youtube Misbar Purbalingga.

FFP tahun ini juga mengundang Fanny Chotimah dari Surakarta dan Bambang 'Ipoenk' KM dari Yogyakarta dalam program Focus On.

Dalam program ini akan diputar film-film karya mereka dilanjutkan diskusi dengan peserta.

Nantinya kedua narasumber juga mengadakan lokakarya produksi film pelajar.

Lokakarya ini diharapkan bisa menjadi media bagi para pelajar untuk menambah pengetahuan terkait produksi film. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Idealnya Liga 1 2020 Dihentikan, Usulan Asisten Pelatih PSIS Semarang Karena Pertimbangan Ini

Baca juga: BMKG: Dampak Tertinggi Akibat La Nina di Jateng Bagian Selatan, Seperti Cilacap dan Banyumas

Baca juga: Update Corona di Batang, 24 Tenaga Medis Puskesmas Positif Covid-19, Berikut Ini Data Lengkapnya

Baca juga: Kisah Santri Cirebon Rintis Perusahaan Dedy Jaya Group di Brebes: Jadi Kondektur Hingga Jual Bambu

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved