Breaking News:

Berita Nasional

Presiden Jokowi Copot Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Ditunjuk sebagai Pengganti

Presiden Joko Widodo menghentikan Irwandi Yusuf sebagai Gubenur Daerah Istimewa Aceh setelah divonis bersalah dalam kasus suap.

Tribunnews/JEPRIMA
Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf saat menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). Sebelumnya Irwandi Yusuf telah didakwa Jaksa Penuntut Umum menerima suap sebesar Rp1,050 miliar dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 dan menerima gratifikasi Rp41,7 miliar selama menjabat gubernur Aceh periode 2007-2012 dan 2017-2022. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghentikan Irwandi Yusuf sebagai Gubenur Daerah Istimewa Aceh setelah divonis bersalah dalam kasus suap. Terkait hal ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun segera mengisi kekosongan jabatan itu.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan mengatakan, posisi Irwandi segera digantikan oleh Wakil Gubernur Nova Iriansyah.

"Untuk penggantiannya, saat ini sedang dilakukan proses penyiapan administrasi wakil gubernur menjadi gubernur yang definitif pada sidang Paripurna DPR Aceh (DPRA)," ujar Benny saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: 1.510 Warga Pesantren Terpapar Covid-19, Kemenag Mulai Kirim Bantuan

Baca juga: Didemo Warga Berhari-hari, Presiden Kirgistan Akhirnya Mengundurkan Diri

Baca juga: Valentino Rossi Positif Covid-19, Dipastikan Absen MotoGP Aragon

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, 16 Oktober 2020 Rp 2.037.000 Per 2 Gram

Wakil Gubernur Aceh saat ini, Nova Iriansyah, juga masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh.
Jabatan Plt dipegangnya setelah Irwandi Yusuf ditahan KPK pada Juli 2018.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Irwandi terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOCA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Joko Widodo resmi memberhentikan drh Irwandi Yusuf Msc dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh Periode 2017-2022.

Surat keputusan (SK) pemberhentian Irwandi sudah diterima oleh Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin.

Dahlan yang sedang berada di Jakarta, saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020), mengakui, dirinya sudah mengetahui perihal surat tersebut.

"SK pemberhentian Irwandi sudah masuk," ujarnya melalui sambungan telepon.

Baca juga: Didukung Pengusaha Angkutan Kota, Trans Banyumas Raya Ditarget Beroperasi Februari 2021

Baca juga: 5 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja di Purwokerto Dipulangkan setelah Dijemput Orangtua

Baca juga: Memprihatinkan, Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Brebes Hampir 600 Kasus dalam 2 Tahun

Baca juga: Diduga Jualan Pil Koplo, Mahasiswa di Kebumen Ditangkap Polisi saat Akan Berangkat Demo

Presiden memberhentikan Irwandi karena ia terbukti bersalah dalam kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap).

Saat ini, mantan Gubernur Aceh tersebut menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah pernah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 70/P Tahun 2019 tentang Pemberhentian Sementara Gubernur Aceh Masa Jabatan tahun 2017-2022.

Keppres itu ditandatangani Jokowi pada 26 Juli 2019 saat Irwandi sedang menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemendagri Siapkan Administrasi Penggantian Gubernur Aceh Irwandi Yusuf". 

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved