Berita Jawa Tengah

Bappenas Dorong GNKK Jadi Unesco Global Geopark, Bupati Kebumen: Sedang Kami Usulkan

Untuk pengembangan GNNK, menurut Bupati Kebumen, baik desa maupun Pemkab Kebumen perlu berkoordinasi, sinkronisasi, dan bersinergi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB KEBUMEN
Kunjungan kerja Bappenas di Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (12/10/2020) terkait pengembangan Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pemerintah Pusat mendorong pengembangan kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong (GNKK) agar naik status menjadi Unesco Global Geopark
(UGG).

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto mengatakan, pihaknya akan mendorong GNKK menjadi UGG.

"Geopark akan menjadi jalan pengembangan ekonomi lokal."

"Dengan memperhatikan pembangunan berkelanjutan," kata Arifin Rudiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/10/2020).

Baca juga: Penganiayaan di Kebumen, Tidak Terlihat Penyesalan Pelaku Seusai Tebas Korban Gunakan Sabit

Baca juga: Begini Aktivitas Santri Positif Covid-19 Selama Jalani Karantina Mandiri di Ponpes Kebumen

Baca juga: Pemuda Asal Kebumen Ini Ngaku Kulakan Pil Koplo dari Jakarta, Tinggal Telepon Barang Dikirim

Baca juga: Pakai Seragam Ojol, Pemuda Ini Ditangkap Bawa Sabu, Kapolres Kebumen: Dia Sangat Beruntung

Dia mengatakan, untuk mendukung pengembangan GNKK, pemerintah akan membangun sejumlah fasilitas penunjang.

Fasilitas itu meliputi Gedung Dormitori, Gedung Geodiversitas yang akan digunakan sebagai laboratorium bidang kebumian.

Serta Colaborative Work Space dan Active Learning Space tiga lantai.

Selain itu, Gedung Geocoservation yang akan digunakan sebagai sarana virtual learning dan audio visual simulation.

Serta display rock speciment especially dan display The Diversity of Indonesian Geodiversity.

"Rencananya pada 2021," katanya.

Untuk diketahui, GNKK telah mendapat sertifikat sebagai geopark nasional pada 29 November 2018.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan, Pemkab Kebumen telah melaksanakan musyawarah perencanaan dan pengembangan GNNK.

Musyawarah itu melibatkan desa-desa yang mejadi lokasi geopark.

Untuk pengembangan GNNK, menurut dia, baik desa maupun Pemkab Kebumen perlu berkoordinasi, sinkronisasi, dan bersinergi.

Sehingga, kebijakan dan program yang dikembangkan dapat saling mengisi dan melengkapi, serta tidak tumpang tindih.

Dia mengungkapkan, GNKK memiliki 41 situs geologi, terdiri dari 8 situs biologi dan 10 situs budaya yang tersebar di 12 kecamatan.

Atau 118 desa di Kabupaten Kebumen.

Saat ini, lanjut Bupati Kebumen, GNKK sedang diusulkan untuk menjadi Unesco Global Geopark (UGG).

"Kepada seluruh stakeholder terkait, kami kuatkan kembali komitmen dan memperkuat sinergitas untuk mengembangkan geopark secara serius dan berkesinambungan," katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Ingin Bantu Damkar Banyumas, Tim Mahasiswa ITTP Kembangkan Robot Pemadam Kebakaran

Baca juga: Sertifikat Aset PT KAI di Banjarnegara Sudah Diterbitkan, Luasan Total 202.182 Meter Persegi

Baca juga: Persibas Banyumas Dipastikan Absen dalam Kompetisi Liga 3 2020, Ini Berbagai Pertimbangannya

Baca juga: 14 Nama Calon Komisioner KPID Jateng Sudah Dikantongi, DPRD: Segera Kami Gelar Fit and Proper Test

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved