Breaking News:

Berita Nasional

Truk Kelebihan Muatan Didenda Rp 24 Juta, Pengamat: Sudah Jadi Kebiasaan di Dunia Logistik

Pengamat transportasi: Lantaran dibiarkan selama bertahun-tahun, truk ODOL di Indonesia ibarat sudah jadi kebiasaan karena dianggap bisa ditoleransi.

Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI KEMENHUB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan, baju putih memakai topi) saat meninjau uji coba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Bersiap-siap, pemerintah bakal menindak tegas terhadap truk yang kelebihan muatan atau istilah lainnya adalah over dimention dan over load (ODOL).

Dalam keterangannya, Kemenhub bakal segera menindak kendaraan yang melebihi ukuran dan kelebihan muatan itu.

Tindakan tegas tersebut berupa denda sebesar Rp 24 juta.

Jumat Tambah 82 Santri Terkonfirmasi Positif Covid-19, Klaster Ponpes di Majenang Cilacap

Tersangka Beri Uang Jajan Rp 50 Ribu Seusai Cabuli Gadis Bawah Umur di Wangon Banyumas

Pelaku Incar Kios Pintu Terbuka di Banyumas, Mayoritas Curi Ponsel, Kini Mendekam di Penjara

Terbongkar! Kasus Perdagangan Anak di Banyumas, Orangtua Curiga Ada Benjolan di Alat Vital Anaknya

"Kendaraan ODOL itu menimbulkan kerusakan jalan dan mengakibatkan kecelakaan."

"Jika ditemukan, kendaraan akan dipotong dan diancam hukuman selama 4 tahun penjara atau denda Rp 24 juta," kata Irjen Kemenhub, I Gede Pasek Suardika seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (10/10/2020).

Dia melanjutkan, masalah kendaraan yang melebihi batas saat ini telah menjadi perhatian serius oleh pihaknya.

Dengan adanya kendaraan melebihi kapasitas akan berdampak terhadap kerusakan infrastruktur jalan.

Bahkan secara ekonomi setiap tahunnya negara mengalami kerugian hingga Rp 45 miliar untuk perbaikan jalan yang rusak akibat truk ODOL.

"Dengan tindakan tegas ini, salah satu cara untuk memberikan kesadaran bagi pengusaha dan pelaku industri."

"Apabila ada yang melanggar lalu lintas jalan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009, bisa dipidana penjara dan denda," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved