Breaking News:

Berita Banjarnegara

Dokter Spesialis di Banjarnegara Ini Rela Blusukan Hingga Dusun Terpencil, Berikut Contoh Nyatanya

Alih-alih mengantar terapi dan memeriksakan anak ke rumah sakit, untuk kebutuhan harian saja keluarga itu harus berjuang mati-matian.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Dua dokter spesialis bersama The Plegia mendatangi seorang pasien lumpuh layu di rumahnya, Desa Pucungbedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (3/10/2020). 

Tetapi untuk target awal, Fajri diharapkan bisa beraktivitas secara mandiri tanpa harus bergantung dari orang lain.

"Istilahnya bisa mandiri untuk aktivitas harian, misal makan sendiri, memakai baju sendiri, mengenakan kancing sendiri," katanya.

Fajri mulanya terlahir normal, tetapi kemudian sering sakit-sakitan.

Di usia tiga tahun, ia bisa berjalan.

Fajri sempat tumbuh normal dan bisa berjalan normal sampai umur 6 tahun.

Malang setelah itu, sempat dilanda sakit panas, tubuhnya lunglai.

Orangtuanya sempat membawanya ke beberapa rumah sakit atau fasilitas kesehatan, namun kondisi Fajri tak juga mengalami perubahan.

Hingga orangtuanya memutuskan merawat Fajri di rumah.

Dirawat secara mandiri pun tidak membuat Fajri sembuh.

Kondisinya justru terus memburuk.

Hingga relawan the Plegia datang memberikan harapan baru bagi Fajri yang hidupnya sempat frustasi. (Khoirul Muzakki)

Terbongkar! Kasus Perdagangan Anak di Banyumas, Orangtua Curiga Ada Benjolan di Alat Vital Anaknya

Kegiatan Ponpes Bakal Dihentikan, Sekda Kendal: Jika Pengelola Tidak Tegas Atur Protokol Kesehatan

Bakal Ada Mutasi Jabatan Jelang Pilbup Semarang, Ketua DPRD: Bisa Timbulkan Konflik Kepentingan

Keduanya Meninggal Dunia, Korban Tenggelam di Bendung Gerak Serayu Banyumas

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved