Breaking News:

Teror Virus Corona

Kegiatan Ponpes Bakal Dihentikan, Sekda Kendal: Jika Pengelola Tidak Tegas Atur Protokol Kesehatan

Sebelumnya santri yang terkonfirmasi corona hanya terjadi di dua ponpes yakni di Kecamatan Patean dan Patebon, kini melebar ke Singorojo Kendal.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemkab Kendal tak segan-segan memberhentikan kegiatan para santri pondok pesantren (ponpes) jika kasus Covid-19 di klaster tersebut terus meningkat.

Hal tersebut ditegaskan Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha.

Menurutnya, santri yang terpapar Covid-19 hingga kini mengalami pertumbuhan.

Pemkab Kendal Dapat Jatah Rp 12,5 Miliar, Sekda Sebut Guna Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Kamu Berkesempatan Dapat Motor Berwisata di Pantai Cahaya Kendal, Berlaku Sepanjang Oktober

92 Santri Tercatat Sudah Terpapar Virus Corona di Kendal, Dinkes: Mereka Tersebar di Tiga Ponpes

Bawaslu Kendal Butuh 2.242 Pengawas TPS, Batasan Usia Minimal 25 Tahun dan Netral

Sebelumnya santri yang terkonfirmasi corona hanya terjadi di dua ponpes yakni di Kecamatan Patean dan Patebon.

Kini semakin melebar yakni di pondok pesantren Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Bahkan kasus terbaru di ponpes Singorojo lebih dari 30 orang.

Kasus tersebut dimungkinkan akan bertambah setelah Dinkes Kabupaten Kendal melakukan tes swab kepada seluruh santri maupun pengurusnya.

"Sekarang ada 3 pondok pesantren yang ditemukan santri terpapar Covid-19."

"Klasternya menyebar, dan kami sudah mendatangi semua untuk memberikan edukasi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (2/10/2020).

Dalam kunjungannya, Moh Toha meminta agar pengelola maupun pengasuh ponpes tidak memulangkan santri yang terpapar ke daerah masing-masing.

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved