Berita Cilacap

Viral Puskesmas Kawunganten Cilacap Terlambat Tangani Bayi, Kadinkes: Bidan Kini Dipindahtugaskan

Pramesti mengatakan, saat ini, pihaknya tengah melakukan investigasi ke lapangan untuk mencari fakta terkait kejadian tersebut.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
PEMKAB CILACAP
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Viralnya kasus kematian bayi diduga terjadi karena kelalaian pihak Puskesmas Kawunganten, Cilacap, direspon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griana Dewi.

Pramesti mengatakan, saat ini, pihaknya tengah melakukan investigasi ke lapangan untuk mencari fakta terkait kejadian tersebut.

"Kami sudah bentuk tim investigasi dan sudah melakukan pembinaan kepada seluruh bidan. Sementara, bidan yang bertugas di Puskemas Kawunganten saat kejadian, sedang dibina di Dinas Kesehatan Cilacap," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (30/9/2020).

Viral Curhatan Keluarga di Cilacap, Kehilangan Bayi yang Dinanti 4 Tahun Setelah Lahir di Puskesmas

Manajemen PSIS Semarang Liburkan Seluruh Pemain Pascapengumuman Penundaan Lagi Liga 1

Mulai Besok, Tempat Wisata, Kafe, dan Karaoke di Kota Tegal Ditutup Lagi Satu Bulan

Pembinaan yang dimaksud, ditambahkan Pramesti, berupa pengalihtugasan dari puskesmas ke Dinas Kesehatan Cilacap.

Investigasi dilakukan tidak hanya meminta keterangan dari petugas medis Puskesmas Kawunganten tetapi juga pihak keluarga, supaya keterangan yang diperoleh lebih valid.

Pembinaan nantinya akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku dan menunggu hasil investigasi selesai.

"Kami masih melakukan investigasi. Kalau sudah lengkap fakta-faktanya, saya segera laporkan bupati," imbuhnya.

Kasus tersebut pertama kali viral setelah akun Facebook Listiyo Aji Pamungkas mengunggah kronologi kejadian.

Bahkan, unggahan akun Facebook Listiyo Aji Pamungkas sempat di posting di akun instagram Lambe Turah dengan mendapatkan 187.084 like dan 7.407 komentar pada Selasa (29/9/2020).

Lewat akun tersebut, pemilik akun yang akrab disapa Listi ini bercerita jika kakak perempuannya yang melahirkan di Puskesmas Kawunganten.

Sejak Subuh sudah terasa mulas, dan baru sekitar Pukul 09.00 WIB ke Puskesmas. Selang 30 menit, bayi lahir.

Saat lahir, bayi tidak langsung menangis dan warna kulit bayi dari dada ke atas berwarna biru.

Pihak keluarga kemudian menanyakan kepada petugas, akan tetapi, setelah tiga kali lapor, baru mendapatkan respon sekira pukul 16.00 WIB.

17 Santri di Banyumas yang Sembuh dari Covid-19 Masih Jalani Karantina

Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Ingatkan Warga Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang Hari Ini

Penyelesaian Jalan Lingkar Utara Kebumen Terkendala Izin Perbaikan Ruas yang Masuk Lahan Perhutani

Pihak keluarga mengatakan, jika di dalam mulut bayi terdapat cairan lendir yang harus disedot.

Sayangnya, petugas tidak ada yang memerhatikan dan mertua kakaknya membersihkan sendiri lendir tersebut.

Namun, saat bidan sif sore melihat kondisi bayi, sang bidan mengatakan, bayi tersebut dalam kondisi kritis dan harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Sayangnya, Listi mengatakan, dalam rujukan, puskesmas membuat laporan jika bayi menangis saat dilahirkan. Dia menegaskan, laporan itu tidak sesuai kenyataan.

Pihaknya memaklumi apabila alat di puskesmas kurang lengkap akan tetapi seharusnya puskesmas memberikan laporan sesuai kenyataan.

Dia pun menyayangkan sikap bidan yang menangani tak sigap hingga akhirnya, keponakannya tak bisa diselamatkan meski telah mendapat penanganan di rumah sakit rujukan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved