Berita Jawa Tengah

OPD Kota Salatiga Wajib Miliki Akun Medsos, Yuliyanto: Admin Harus Tanggap Merespon di Masa Pandemi

Wali Kota mewajibkan seluruh instansi atau OPD Kota Salatiga memiliki akun media sosial (medsos) sebagai sumber informasi.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Wali Kota Salatiga Yuliyanto mencoba Smart Identity Masker. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kebijakan baru dikeluarkan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terhadap seluruh pejabat di Lingkungan Pemkot Salatiga.

Wali Kota mewajibkan seluruh instansi atau OPD Kota Salatiga memiliki akun media sosial (medsos) sebagai sumber informasi.

Akun medsos resmi ini dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Banyak Dobel Data di Kota Salatiga, Pendaftaran Program BLT Kementerian Koperasi dan UMKM

26.671 Pelajar Kota Salatiga Pasti Dapat Subsidi Kuota Internet, Disalurkan Mulai 15 September

KBM Tatap Muka Ditunda di Salatiga, Rencana Awal Padahal Mulai Akhir September 2020, Karena Hal Ini

Para Atlet Kota Salatiga Diminta Bisa Dirikan UMKM, Yuliyanto: Kami Bantu Permudah Pengajuannya

"Saat ini Covid-19 di Salatiga terhitung tinggi dan masuk zona risiko oranye."

"Kami mencoba meminimalisir adanya kerumunan atau perjumpaan," jelasnya seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (30/9/2020).

Menurut Yuliyanto, dengan meminimalisir pertemuan diharapkan tidak ada klaster penyebaran Covid-19 di perkantoran Pemkot Salatiga.

"Informasi-informasi yang sifatnya umum, tanya jawab dengan masyarakat bisa disampaikan melalui media sosial tersebut," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, media sosial tersebut diharapkan aktif mengedukasi masyarakat.

"Admin dari media sosial tersebut juga harus tanggap."

"Jangan hanya asal ada akun lalu dibiarkan."

"Masyarakat tetap membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis," kata Yuliyanto.

Terpisah, Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah menyampaikan, secara kumulatif terdapat 238 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Rinciannya, 33 pasien dirawat, 202 dinyatakan sembuh, dan 3 meninggal dunia.

Sementara untuk yang masih menjalani isolasi ada 79 pasien dan suspek ada 22 pasien. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul 'Cegah Klaster Perkantora, Wali Kota Salatiga Wajibkan Instansi Miliki Akun Medsos'

Korban Tersadar Rumahnya Dibobol Maling Saat Hendak Salat Subuh, Laptop dan Handphone Lenyap

Fitur Terbaru Aplikasi Virtual Zoom, Ganti Background Sesuka Hati Saat Rapat, Begini Caranya

Mulai 1 Oktober, RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara Layani Pasien BPJS Kesehatan

Gudang Distribusi Produk Unilever di Wonosobo Dibobol, Pelaku Ternyata Karyawannya Sendiri

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved