Berita Kriminal

Kapolres AKBP Indra Wijatmiko Mengasuh Anak 10 Tahun Korban Kekerasan Orangtuanya

Keputusan hak asuh anak kepada AKBP Indra Wijatmiko setelah dilakukan pertemuan di Polsek Pangkalan Kuras pada Selasa (29/9/2020).

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/IDON
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengajak RFZ (10) berbicara dan bergurau untuk memulihkan psikologisnya pasca mendapat kekerarasan sewaktu tinggal bersama orangtuanya di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (30/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, RIAU - Seorang anak laki-laki yang menjadi korban kekerasan orangtua di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, kini diasuh oleh Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko.

Anak berusia 10 tahun berinisial RFZ tersebut kini telah tinggal bersama Kapolres Pelalawan.

Keputusan hak asuh anak kepada AKBP Indra Wijatmiko setelah dilakukan pertemuan di Polsek Pangkalan Kuras.

Korban Tersadar Rumahnya Dibobol Maling Saat Hendak Salat Subuh, Laptop dan Handphone Lenyap

Fitur Terbaru Aplikasi Virtual Zoom, Ganti Background Sesuka Hati Saat Rapat, Begini Caranya

Mulai 1 Oktober, RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara Layani Pasien BPJS Kesehatan

Gudang Distribusi Produk Unilever di Wonosobo Dibobol, Pelaku Ternyata Karyawannya Sendiri

Pertemuan itu dihadiri orangtua dan keluarga korban, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ahmad.

Lalu Kepala UPTD PPA Pelalawan Emenda Rianda dan tim PPA Provinsi Riau, pada Selasa (29/9/2020).

"Kapolres bersedia mengasuh anak itu, karena anak memiliki masa depan yang panjang."

"Kini anak tersebut sudah berada di rumah dinas Kapolres," ujar Kaur Humas Polres Pelalawan, Iptu Edy Haryanto seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (30/9/2020).

Selain diasuh, anak tersebut juga akan dimasukkan ke sekolah dasar (SD) oleh Kapolres Pelalawan.

"Orangtuanya tidak mau lagi mengasuh."

"Buktinya anak itu ditinggalkan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras," kata Iptu Edy.

Untuk saat ini, korban menjalani pemulihan psikis, karena masih trauma akibat disiksa oleh ayah kandungannya berinisial DZ (34).

"Termasuk luka-luka di tubuhnya perlu mendapat perawatan," kata Iptu Edy.

Sementara itu, Iptu Edy mengatakan, terkait pelaku penganiayaan anak, saat ini masih dilakukan gelar perkara.

"Saat ini belum ada yang membuat laporan resmi ke pihak Polsek Pangkalan Kuras," sebut Iptu Edy.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved