Breaking News:

Berita Banjarnegara

Bagi Heni Purwono, Ini Pentingnya Materi Ajar Sejarah Bencana Lokal di Banjarnegara

Pengetahuan tentang sejarah bencana akan melahirkan kesadaran tentang pentingnya upaya mitigasi, khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Warga bergoyong royong membersihkan material longsoran di Dusun Margasari, Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/9/2020) pasca diguyur hujan deras pada Selasa (22/9/2020) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sejarah lokal mestinya menjadi bagian dari kurikulum sejarah yang diajarkan di sekolah.

Termasuk sejarah bencana lokal yang belum banyak diajarkan ke siswa.

Padahal, menurut Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Heni Purwono, pengetahuan ini penting untuk mitigasi bencana ke depan.

Sertijab Wakapolres dan Kasatlantas Polres Banjarnegara, Kapolres: Selamat dan Terima Kasih

Kota Satelit Klampok Banjarnegara Terima Program Kotaku Kementerian PUPR

Terdampak Kekeringan, BPBD Banjarnegara Droping Air Bersih di Desa Wanadri

Relawan Banjarnegara Galang Donasi Ringankan Beban Petani Sayur, Begini Cara Mereka Melakukannya

Terlebih Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana alam, terutama longsor.

Lebih dari 70 persen wilayah di kabupaten ini rawan longsor.

Ini tak berlebihan karena sebagian besar daerah ini adalah pegunungan dengan kontur tanah miring.

Beberapa peristiwa bencana dahsyat yang merenggut banyak korban jiwa pernah terjadi di daerah ini.

Sebut saja peristiwa longsor di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, pada 2006.

Bencana itu dilaporkan telah merenggut 90 korban jiwa hanya dalam hitungan menit.

Tragedi memilukan kembali terjadi pada 2014.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved