Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Dalami Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung, Penyidik Periksa Cleaning Service Pakai Lie Detector

Sejumlah saksi dan ahli terkait kebakaran yang melalap gedung enam lantai pada 22 Agustus silam itu telah dimintai keterangan.

Editor: rika irawati
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas Bareskrim Polri melepas garis polisi sebagai tanda usainya penyelidikan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020). Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan hasil Puslabfor dan telah memeriksaan 131 saksi serta mengumpulkan data-data, berkesimpulan kebakaran yang terjadi pada Sabtu 22 Agustus, terdapat dugaan peristiwa pidana. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri terus melakukan penyelidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sejumlah saksi dan ahli terkait kebakaran yang melalap gedung enam lantai pada 22 Agustus silam itu telah dimintai keterangan.

Polisi juga tengah menyusun konstruksi hukum dalam penyidikan kasus ini.

Di sela-sela penyidikan itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, membuka sebuah informasi menarik terkait kebakaran gedung utama Kejagung tersebut.

Arteria Dahlan seolah membongkar kejanggalan dari saksi seorang cleaning service yang diduga terkait dengan kebakaran itu.

Bukan Korsleting, Kebakaran Gedung Kejagung Diduga dari Api di Ruang Rapat Biro Kepegawaian

Renovasi Gedung Kejaksaan Agung yang Terbakar Diperkirakan Butuh Dana Rp 161 Miliar

Padam Setelah 12 Jam, Tim Puslabfor Polri Langsung Selidiki Pemicu Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Gedung Kejaksaan Agung Terbakar, Mahfud MD: Tahanan dan Berkas Perkara Aman

Cleaning service bernama Joko itu termasuk saksi yang diperiksa terkait kasus kebakaran di Kejagung.

Hal yang mencurigakan dari Joko adalah, sebagai cleaning service, dia sebenarnya bertugas di lantai 1 gedung utama Kejagung yang terbakat itu. Namun, Joko juga memiliki akses naik ke lantai 6.

"Jaksa Agung harus curiga, ada 1 cleaning service. Dia orang kerja di lantai dasar kok bisa punya akses ke lantai 6, yang ditengarai dia tidak hanya cleaning service, bisa berbuat sesuatu," kata Arteria dalam rapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Kamis (24/9/2020).

Yang menarik lagi dari Joko, dengan pekerjaannya sebagai cleaning service, ia konon memiliki tabungan ‘fantastis’ di rekeningnya, sebesar Rp 100 juta.

Jumlah yang menurut Arteria tidak sepadan dengan profil pekerjaannya sebagai cleaning service.

"Apa benar, dicek rekening uangnya di atas Rp 100 juta? Apa benar kalau dia diperiksa selalu didampingi anak buahnya mantan JAM?” imbuhnya.

Bareskrim Polri kabarnya sudah memeriksa Joko, bahkan menggunakan lie detector.

Arteria mempertanyakan kenapa Joko selalu didampingi staf dari Kejagung saat diperiksa penyidik Bareskrim.

Arteria pun meminta Jaksa Agung mencermati setiap proses hukum kasus kebakaran tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved