Breaking News:

Berita Banyumas

Berulang Kali Sugiharti Gagal Hasilkan Kain Ecoprint Berkualitas, Kini Rasakan Omset Jutaan Rupiah

Di rumahnya, di Kelurahan Bantarsoka RT 05 RW 01, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Sugiharti mulai serius menekuni bisnis ecoprint.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan

Setelah digulung kemudian kain itu dikukus selama sekira 2 jam.

Setelah itu diangkat dan diangin-anginkan selama sekira dua hari.

Pemilik usaha kain batik ecoprint asal Purwokerto, Sugiharti menunjukan proses dan hasil produksinya, Jumat (25/9/2020).
Pemilik usaha kain batik ecoprint asal Purwokerto, Sugiharti menunjukan proses dan hasil produksinya, Jumat (25/9/2020). (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

IAIN Purwokerto Bangun Kampus Baru di Purbalingga, Gunakan Tanah Hibah Pemkab di Desa Karangjengkol

India Disebut Penyerap Cengkeh Terbanyak di Indonesia, Ini Upaya Tim Karantina Pertanian Cilacap

Layanan Tatap Muka Disetop, Operator Dispendukcapil Kabupaten Semarang Meninggal Karena Covid-19

"Ecoprint mempunyai teknik yang bermacam-macam."

"Bisa memakai berbagai jenis daun dan tergantung teknik yang digunakan," tambahnya.

Satu lembar kain ecoprint buatan Sugiharti dihargai Rp 150 ribu untuk jenis kain blanket.

Jika sudah menjadi pakaian jadi dihargai Rp 300 ribu.

Sementara itu ecoprint dengan kain jenis sutra satu lembarnya dihargai Rp 1 juta.

Bila sudah menjadi pakaian bisa mencapai Rp 1,3 juta.

Para pembeli juga dapat memesan pola motif dan jenis daun yang diinginkan.

Mau pakai daun banyak atau tidak, semua itu tergantung pesanan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved