Breaking News:

Kebakaran Pasar Wage

Penyebab Kebakaran Pasar Wage Purwokerto: Polisi Sebut Korsleting Akibat Penumpukan Sakelar

Tim Labfor Polda Jateng dan Polresta Banyumas menyimpulkan kebakaran Pasar Wage Purwokerto dipicu korsleting listrik.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Garis polisi terpasang di Blok B Pasar Wage Purwokerto yang terbakar Senin (21/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tim Labfor Polda Jateng dan Polresta Banyumas menyimpulkan kebakaran Pasar Wage Purwokerto dipicu korsleting listrik. Kesimpulan ini diperoleh setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan saksi serta bukti di lapangan.

"Penyebab utama terjadinya kebakaran di Pasar Wage adalah terjadinya korsleting listrik. Tepatnya, di jalur Blok B 02," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (23/9/2020).

Pihaknya memperkirakan, korsleting listrik terjadi lantaran adanya penumpukan sakelar.

Tim Labfor Polda Jateng Fokus Olah TKP di Lantai 1 Lokasi Kebakaran Pasar Wage Purwokerto

Video Olah TKP di Lokasi Kebakaran Pasar Wage Purwokerto

Cerita Pedagang Korban Kebakaran Pasar Wage: Uang Rp 1,5 Juta Ikut Ludes Hingga Pindah ke Jalan

Api di Pasar Wage Purwokerto Berhasil Dipadamkan, Kerugian Diduga Mencapai Rp 1 Miliar

Hal ini diperkuat keterangan saksi yang mengetahui awal mula terjadinya kebakaran. Selain pedagang dan penjaga keamanan pasar, polisi juga meminta keterangan petugas dari PLN, pemadam kebakaran, serta mereka yang membantu proses pemadaman.

Berry melanjutkan, api diduga muncul dari lantai 1 Blok B Pasar Wage kemudian merembet ke lantai dua di blok yang sama.

Seperti diketahui, kebakaran melanda Blok B Pasar Wage Purwokerto, Senin (21/9/2020) sekitar pukul 03.30 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan kios dan los yang ditempati 141 pedagang ludes dilalap api. 

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 20 miliar. "Kerugian tersebut terdiri atas bangunan dan dagangan. Ditaksir dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk bangunan sekitar Rp 12 miliar. Sedangkan untuk dagangan sekitar Rp 8 miliar lebih," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Yunianto.

UPDATE Kebakaran Pasar Wage: 141 Pedagang Terdampak, Kerugian Diperkirakan Tembus Rp 20 Miliar

Luncurkan Logo dan Jersey Baru, Persika Karanganyar Makin Pede Jalani Liga 3

Di Sidang PBB, Jokowi Minta Kesetaraan Semua Negara Dapat Vaksin Covid-19 yang Aman dan Terjangkau

Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, 23 September 2020 Rp 1.059.000 Per Gram

Pihaknya mengatakan, setelah melakukan pendataan, jumlah pedagang yang terdampak kebakaran sekitar 141 orang yang terbagi di lantai 1 dan 2.

Pihaknya bakal segera membangun bedeng darurat untuk pedagang yang terdampak kebakaran. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved