Berita Jawa Tengah

Denda Minimal Kini Rp 50 Ribu, Satgas Covid-19 Kendal Mulai Menyasar Pasar dan Acara Hajatan

Melalui Tim Penegak Hukum dan Satgas Covid-19 akan meningkatkan frekuensi dengan menambah jadwal operasi pelanggar protokol kesehatan di Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Menekan laju pertumbuhan Covid-19, Pemkab Kendal kini tak segan-segan bertindak tegas kepada warga yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Melalui Tim Penegak Hukum dan Satgas Covid-19 akan meningkatkan frekuensi pencegahan dengan menambah jadwal operasi pelanggar protokol kesehatan.

Selain itu, Pemkab Kendal juga menaikkan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan minimal Rp 50 ribu dan maksimal Rp 200 ribu.

Tambah Sembilan Orang, Klaster Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kaliwungu Kendal

Klaster Baru di Kendal, Belasan Santri di Dua Ponpes Terpapar Covid-19, Ini Uraian Lengkap Dinkes

Dua Peserta Tes SKB CPNS Kendal Positif Covid-19, BKN Bakal Menjadwal Ulang

Petugas Lapas Kendal Temukan Botol Sampo Berisi Enam Pil Excimer, Wanita Ini Mengaku Cuma Dititipi

Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha menjelaskan, pemberian denda sesuai Perbup Kendal Nomor 67 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

Dalam peraturan tersebut pada bab VI tentang sanksi administratif, Pasal 9 disebutkan bahwa setiap pelanggar perorangan akan dikenakan sanksi.

Berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif paling banyak Rp 200.000 dan penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan kegiatan.

Khusus kelompok atau instansi akan dikenakan denda maksimal Rp 500.000.

"Kami akan pertegas mulai Selasa (22/9/2020) pagi dengan menaikkan denda sanksi."

"Tadinya Rp 20 ribu, dinaikkan minimal Rp 50 ribu dan maksimal Rp 200 ribu," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/9/2020).

Hal itu guna memberikan efek jera serta menyadarkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan, seperti contoh wajib pakai masker saat keluar rumah.

Hingga kini, dalam 2 pekan terakhir operasi masker dilaksanakan, sudah terkumpul hasil denda sebesar Rp 12 juta.

Dana tersebut secara otomatis masuk pada kas daerah termasuk pendapatan lain-lain.

Moh Toha mengatakan, hukuman denda tidak berlaku bagi anak-anak di bawah umur 17 tahun dan diganti dengan sanksi sosial.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved