Breaking News:

Berita Banyumas

Buru DPO 1 Tahun, Kejari Purwokerto Akhirnya Tangkap Terpidana Kasus Penipuan Tanah Rp 4,6 Miliar

Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menangkap Muhammad Zakaria (42), terpidana kasus penipuan tanah Rp 4.6 miliar.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menangkap Muhammad Zakaria (42), terpidana kasus penipuan tanah Rp 4.6 miliar yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasus penipuan tanah tersebut telah inkrah bulan Mei 2019, atas putusan kasasi Mahkamah Agung dengan pidana 1 tahun 6 bulan.

"Intinya, kasus penipuan jual beli tanah, dengan korban satu orang. Ini yang menangani Polda Jateng, cuma di sidangkan di sini dan kewajiban mengeksekusi," ujar Kajari Purwokerto, Sunarwan, di Purwokerto, Kamis (17/9/2020).

Giat Menyukseskan KB, Ketua Muslimat NU Banyumas Terima Penghargaan Dharma Karya Kencana dari BKKBN

Tarik Minat Investor, Pemkab Banyumas Gratiskan Pengurusan IMB UMKM dan Usaha Pariwisata

Dipasangkan di Detik-detik Terakhir, Eisti-Ali Yakin Raih Kemenangan 80 Persen

Menurut Sunarwan, Zakaria yang merupakan warga Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, itu ditangkap di rumah kakaknya di daerah Porka, Kelurahan Rejasari, Purwokerto Barat, Banyumas, Kamis (17/9/2020) sekira pukul 08.45.

Kepala Seksi Tidak Pidana Umum, Kajari Purwokerto, Guntoro menjelaskan, Zakaria melakukan penipuan lewat cara mengaku mempunyai tanah dan sertifikatnya digadaikan di bank.

Tanah tersebut kemudian dijual dan pembeli tanah diminta menebus ke bank senilai Rp 5 miliar.

Namun, setelah pembeli tanah membayar, sertifikat tanah tersebut tidak diberikan Zakaria. Ternyata, tanah yang dimaksud telah dijual lagi ke orang lain.

Ditarget Tekan Kasus Covid-19 2 Pekan, Gubernur Ganjar Genjot Operasi Protokol Kesehatan

BPOM Semarang Gerebek Rumah Pengemas Obat Pelangsing Ilegal di Semarang

WNI Tewas Tertabrak Crane saat Naik Sepeda Melintas Perempatan Kakinokizaka Tokyo Jepang

MErasa tertipu, pembeli tanah melaporkan Zakaria ke pihak berwajib. Jual beli tanah itu terjadi pada 2014.

Sunarwan mengatakan, ada lima sertifikat tanah yang nilai totalnya mencapai Rp 4,6 miliar. Uang tersebut sudah habis digunakan Zakaria.

Selama memburu Zakaria, satu tahun lebih, Kajari mengaku beberapa kali melakukan mapping keberadaan Zakaria mulai dari Yogyakarta hingga Tasik, Jawa Barat.

"Semalam kami mengeksekusi di Purwokerto, bersama polisi, kebetulan yang bersangkutan baru datang dari Yogyakarta. Saat putusan inkrah, seharusnya langsung ditahan tetap malah tidak," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved