Berita Kriminal

11 Mobil Jadi Barang Bukti Kasus Penipuan, Dua Pelaku Sebut Guna Keperluan Proyek PLTU Batang

Kurun waktu sejak Juli hingga sekarang Polres Batang telah mengungkap kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil. Modusnya disewa untuk proyek PLTU.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Gelar perkara kasus penipuan dan penggelapan mobil sewaan, di Mapolres Batang, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Satreskim Polres Batang mengungkap 11 mobil sebagai barang bukti dalam kasus penipuan maupun penggelapan.

Adapun 11 mobil yang disita itu adalah tiga Toyota Avanza, satu Toyota Agya, empat Daihatsu Xenia, dua Daihatsu Sigra dan satu Toyota Rush.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, kurun waktu sejak Juli hingga sekarang mengungkap kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil.

Selama Tiga Bulan Penerima Manfaat PKH Dapat Beras Ekstra, Bupati Batang: Tiap Bulan 15 Kilogram

Lokasi Calon Gedung Islamic Center Dipertanyakan, Begini Jawaban Bupati Batang

Wihaji Usulkan Raperda Penanggulangan Penyakit Menular di Batang, Termasuk Covid-19

KIT Batang Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja, Pemkab Mulai Siapkan Aplikasi Database Pencari Kerja

Dari itu, polisi menangkap dua tersangka.

Yakni RMK warga Kaliboyo, Kecamatan Tulis dan SC warga Siberuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

"Modusnya mereka membujuk warga dengan iming-iming menyewa mobil dengan bayaran Rp 4 juta hingga Rp 4,5 juta per bulan," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/9/2020).

Dikatakannya, tersangka beralasan mobil itu untuk keperluan proyek PLTU Batang dengan dalih sudah dikontrak.

Lalu, belasan mobil itu justru digadaikan dengan kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

"Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun," jelasnya.

Pelapor, Sugiyo (42), warga kecamatan Mandokan, Kabupaten Sragen menceritakan awal mulanya kenal dengan tersangka dari temannya.

Lalu, berdalih untuk proyek PLTU, tersangka menyewa mobilnya dengan bayaran tiap bulan.

"Makin lama makin tambah hingga 16 mobil."

"Ada mobil milik tetangga saya hingga adik yang disewa."

"Masih ada lima mobil lagi yang belum ketemu, informasinya dua masuk gadai dan tiga belum ketemu," jelasnya.

Awalnya, pembayaran dari tersangka per bulan lancar lalu mulai tersendat.

Curiga, Sugiyo dan pemilik mobil lain pun menelpon PLTU Batang.

"Ternyata tidak ada unit mobil yang dipinjam tersangka, digunakan PLTU," pungkasnya. (Dina Indriani)

Banyak Dobel Data di Kota Salatiga, Pendaftaran Program BLT Kementerian Koperasi dan UMKM

Habib Luthfi Sebut Ibarat Orang Makan di Warung, Contoh Kerukunan Umat Beragama

Putusan PN Tegal: Tidak Dapat Diterima, Gugatan Pedagang Jalan Kolonel Sudiarto Kota Tegal

41 Bakal Paslon Ditegur Bawaslu Jateng, Diduga Tak Penuhi Aturan Protokol Kesehatan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved