Breaking News:

Berita Pendidikan

Dosen IPB Buat Garam dari Rumput Laut: Mengandung Antioksidan, Cocok bagi Penderita Hipertensi

Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan inovasi produk garam dari rumput laut.

SHUTTERSTOCK/ILEISH ANNA via Kompas.com
Ilustrasi garam laut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan inovasi produk garam dari rumput laut. Dia adalah Professor Nurjanah yang mengajar mahasiswa di Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Menurut Nurjanah, ide garam dari rumput laut berawal dari adanya masalah tentang hipertensi sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat.

Selain itu, inovasi garam rumput laut ini tercipta karena adanya trend konsumen Indonesia yang beralih memilih healthy lifestyle yang kian meningkat sehingga menjadikan garam rumput laut ini alternatif untuk mengurangi konsumsi mineral Natrium (Na).

Memiliki Warna Merah, Penampakan Virus Covid-19 Menginfeksi Sel Bronkial Dipublikasikan Peneliti

Mengenal Vetiver, Si Rumput Ajaib Penahan Longsor di Banjarnegara, Akarnya Bisa Capai 4 Meter

"Terutama, bagi pasien hipertensi dengan memanfaatkan mineral lain yang terdapat dalam rumput laut yang dibutuhkan tubuh sebagai prekursor untuk antioksidan endogen (SOD, katalase, dan glutation) termasuk K dan lain sebagainya. Selain itu, garam rumput laut kaya akan senyawa aktif yang sudah diteliti memiliki sifat antioksidan," kata Nurjanah dalam keterangannya, melansir laman IPB, Sabtu (12/9/2020).

Meningkatkan imunitas

Hasil penelitian lain, rumput laut juga memiliki zat aktif yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, antitumor, antikanker, antihipertensi yang sangat menguntungkan.

"Maka dari itu, garam rumput laut yang dihasilkan, selain memberi citarasa asin dan aroma nori, masih memiliki serat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh," tutur dia.

Dia mengatakan, garam rumput laut ini termasuk kategori garam diet sehingga berbeda dengan garam konsumsi, dari segi manfaat dan kandungan.

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai pangan fungsional, karena komposisinya.

"Beda garam diet ini terutama pada kadar NaCl yang rendah, yaitu kurang dari 60 persen dan dengan rasio Na:K mendekati atau 0,3-1," jelas dia.

KPU Kota Semarang Tutup Pendaftaran Peserta Pilkada 2020, Hanya Ada Pasangan Hendi-Ita

Ali Makhsun di Pilkada Demak: Dilepas Mugi, Digandeng Esti

Tak Ada Lagi Pendaftar, Yuni-Suroto Dimungkinkan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved