Breaking News:

Feature Purbalingga

Pernah Jadi Anak Jalanan, Kades Ponjen Purbalingga Ini Jadi Jujugan Warga yang Ingin Nasihati Anak

Memakai kaus putih, celana selutut, dan bertopi, membuat penampilan Romidi (42) jauh dari kesan sebagai pejabat.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Memakai kaus putih, celana selutut, dan bertopi, membuat penampilan Romidi (42) jauh dari kesan sebagai pejabat. Apalagi, terlihat tato di lengan atas yang menyembul dari balik lengan pendek kausnya.

Ini memang menjadi penampilan sehari-hari Romidi di luar jam dinas sebagai Kepala Desa (Kades) Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga., Penampilannya yang sederhana ini pula yang membuat dia terlihat lebih akrab saat menyambangi warga.

Pria kelahiran 9 Oktober 1978 tersebut mengatakan, gaya yang terkesan slengekan ini bagian dari pembawaan masa lalu. Semasa muda, Romidi mengaku pernah menjadi anak jalanan.

"Dulu pernah menjadi anak jalanan. Ya, namanya cari pengalaman, alam terbuka mengajarkan segalannya," ujarnya saat ditemui tribunbanyumas.com, Sabtu (12/9/2020).

Kades Bertato dan Viral di Banjarnegara Ini Hibahkan Mobil Pribadi sebagai Ambulans Warga

Mulai Besok, Pemkab Pati Larang Warga Berkeliaran di Luar Rumah Pukul 22.00-04.00 WIB

Tak Hanya Naik Wahana Air, Pengunjung Telaga Madirda di Ngargoyoso Karanganyar Juga Bisa Kamping Loh

Hore, Atlet Berprestasi di Banjarnegara Terima Insentif Rp 1,9 Juta Per Orang

Selama menjadi anak jalanan, dia memiliki kegemaran bermain musik. Aliran musik yang disenangi adalah musik metal.

"Dalam aliran metal, mereka menyuarakan kritik sosial. Mungkin tidak diangkat oleh band-band lain," jelasnya.

Kecintaanya akan musik metal tidak sekadar menjadi penikmat. Romidi juga bermain musik bahkan membentuk komunitas pencinta aliran musik metal.

"Saya banyak belajar dari musik metal tentang apa arti kemanusian," ujar dia.

Tidak hanya musik metal, dia juga terbawa arus pergaulan dengan membuat tato. Dia menjadikan tato untuk menunjukkan jati diri.

"Tato ini dibuat dari tahun 1998, saat masih sering main. Saya terbawa pergaulan. Kalau menurut pemahaman dangkal saya waktu itu, tato itu keren," jelasnya.

Siswi MAN Kota Tegal Positif Covid-19, Dia Sempat Ikut KBM Tatap Muka Karena Merasa Batuk Biasa

Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 700 Ribu, Bikin Pot Berbahan Sabut Kelapa, Berdayakan Lansia di Demak

Kevin Pramudya Utama, WNI di Jepang Ini Dibayar Adobe Rp 90 Juta, Hasil Kontes Foto Lightroom

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved