Breaking News:

Djoko Tjandra Ditangkap

Belum Lengkap, Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto mengatakan, pengembalian dilakukan karena berkas itu dinilai belum lengkap.

"Berkas perkara yang kami kirimkan di tahap satu belum dinyatakan lengkap," kata Djoko usai melakukan gelar perkara di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke Jenderal Polisi untuk Hapus Namanya di Red Notice Interpol

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Turut Diperiksa Terkait Kasus Djoko Tjandra

Ditahan KPK, Politisi Partai Nasdem Jadi Perantara Suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki

Djoko mengatakan, baru menerima pemberitahuan itu pada hari ini. Ia akan mempelajari kembali berkas dan melengkapi persyaratan.

"Tindak lanjutnya adalah petunjuk secara formil dan materil," katanya.

Bareskrim melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Agung pada 2 September 2020.

Jaksa meneliti berkas tersebut selama tujuh hari, lalu menyatakan berkas itu P19 alias dikembalikan ke kepolisian.

Dalam kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan total empat orang tersangka.

Tersangka Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga sebagai pemberi suap.

Tersangka yang diduga memberi suap dikenakan Pasal 5 Ayat 1, Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

Ingin Naik Kasta ke Liga 2, Persipa Pati Ikat Kontrak 24 Pemain. Ada Nama Tri Hartanto, Eks Persiku

Pegawai Rumah Makan Bu Fat Semarang Positif Covid-19, Pembeli 2 Pekan Terakhir Diminta ke Puskesmas

Nelayan di Cilacap Keluhkan Hasil Tangkapan Ikan Tuna Menurun 60 Persen

Sementara, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo diduga menerima suap.

Terduga penerima suap disangkakan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11, dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

Kasus terhapusnya red notice Djoko Tjandra, mulanya diketahui setelah buronan 11 tahun itu masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Belakangan diketahui, nama Djoko Tjandra sudah terhapus dari red notice Interpol dan daftar cekal Direkotorat Jenderal Imigrasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kejaksaan Agung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim. 

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved