Berita Banyumas

36 Ribu Warga Banyumas Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Bupati Sebut Mayoritas Karena Komorbid

Nantinya orang-orang berisiko tinggi di Banyumas akan mendapatkan pengawasan khusus dari tim Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing desa/ kelurahan.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
DOKUMENTASI - Bupati Banyumas, Achmad Husein memberikan keterangan terkait rencana dimulainya KBM tatap muka di Kabupaten Banyumas, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO -  Pemkab Banyumas saat ini sedang mendata warga yang berisiko tinggi tertular virus corona (Covid-19).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat sedikitnya 36.000 orang yang masuk kategori berisiko tinggi.

Menurut Husein, mereka merupakan para lansia dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

Kali Pertama Jadi Penyiar Radio, Istri Bupati Banyumas Justru Ketagihan Minta Diundang Lagi

Bupati Banyumas Masih Didatangi Petugas, Padahal Sudah Sensus Penduduk Secara Online, Ini Kata BPS

KBM Tatap Muka Terancam Ditunda Lagi di Banyumas, Dindik Tunggu Instruksi Tim Gugus Tugas

Sisi Lain Kades Viral di Banjarnegara, Tubuh Hoho Alkaf Dipenuhi Tato: Saya Lagi Puasa Daud

"Data itu baru dari 20 kecamatan yang sudah masuk, dari total 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas," kata Husein seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

Husein menjelaskan, nantinya orang-orang berisiko tinggi itu akan mendapatkan pengawasan khusus dari tim Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing desa/ kelurahan.

Di tempat terpisah, Husein mengatakan, angka reproduksi efektif Covid-19 saat ini berada di kisaran angka 1,1.

Sedangkan positivity rate berada di angka 2,4.

Sementara itu, hingga saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 350 kasus.

Rinciannya, 275 orang sembuh, 67 dirawat, dan 8 meninggal dunia.

Sebelumnya, Husein mengatakan, akan berupaya melindungi warga yang berisiko tinggi tertular Covid-19.

Yaitu para lansia dan orang yang memiliki penyakit pemberat.

"Kalau menurut kami, penambahan kasus positif ok lah, tapi jangan kena yang komorbid."

"Program kami adalah melindungi yang komorbid dengan " Jiwong Jiga," kata Husein.

Jiwong Jiga merupakan akronim dari Siji Wong Siji Jaga (satu orang, satu penjaga).

Maksudnya setiap orang yang masuk kategori risiko tinggi akan dijaga oleh satu orang di sekitarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebanyak 36.000 Orang di Banyumas Berisiko Tinggi Tertular Covid-19"

Tak Tega Lihat Petani Wonosobo Biarkan Sayuran Membusuk di Ladang, Polisi Lakukan Tindakan Ini

Sentuhan Akhir Pemain PSIS Semarang Mulai Diasah, Dragan: Biar Tidak Bosan Latihan Fisik Terus

Harga Sayur Makin Anjlok di Banjarnegara, Darsono Beli Satu Kilogram Kubis Cuma Rp 500

Layanan Command Center PLN Hadir di Purwokerto, Petugas Maksimal 45 Menit Tiba Lokasi Aduan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved