Breaking News:

Berita Kesehatan

Hasilkan Reaksi Merugikan, Uji Coba Calon Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Dihentikan Sementara

Pengembang vaksin virus corona terkemuka di Inggris terpaksa menangguhkan uji coba tahap akhir setelah sukarelawan mengalami reaksi merugikan.

Kompas.com
Ilustrasi pemberian vaksin atau vaksinasi.() 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pengembang vaksin virus corona terkemuka di Inggris terpaksa menangguhkan uji coba tahap akhir setelah sukarelawan mengalami reaksi merugikan yang serius.

Dilansir Mirror, AstraZeneca Plc-yang bekerja bersama Universitas Oxford-telah mengonfirmasi, mereka harus menghentikan sementara pengembangan vaksin untuk melakukan peninjauan data keselamatan.

Tidak diketahui apakah pengembang terdepan vaksin yang membuat keputusan itu atau diperintahkan oleh badan pengatur, lapor Stat News.

Sifat dari reaksi merugikan atau kapan reaksi itu terjadi pun tidak dibeberkan. Meski begitu, sukarelawan itu dilaporkan segera pulih.

Kemenkes Mulai Uji Klinis Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19, 4 Rumah Sakit Dilibatkan

Memiliki Warna Merah, Penampakan Virus Covid-19 Menginfeksi Sel Bronkial Dipublikasikan Peneliti

Alasan Covid-19, 11 Negara Ini Ingatkan Warganya yang Ingin Lakukan Perjalanan dari dan ke Indonesia

Juru bicara AstraZeneca menyebut, penangguhan itu sebagai "tindakan rutin" yang harus dilakukan setiap kali ada potensi penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Mereka mengatakan, sangat penting untuk menjaga integritas uji coba.

AstraZeneca pun kini sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal untuk meminimalkan dampak potensial pada proses uji coba.

Stat News melaporkan, para peneliti diberitahu bahwa penangguhan itu dianggap "kewaspadaan yang berlebihan."

Sementara yang lain mengatakan, hal itu juga berdampak pada uji coba vaksin lain yang dilakukan oleh perusahaan dan produsen lain.

Sementara itu, sembilan pengembang vaksin AS dan Eropa terkemuka berjanji untuk menegakkan standar ilmiah imunisasi eksperimental mereka selama perlombaan untuk menangani Covid-19.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved