Berita Feature

Penipuan Sasar Pedagang Lansia di Semarang, Mbah Ginem Nangis Sesegukan: Itu Uang Bukan Milik Saya

"Untuk mbaknya yang telah menipu simbah semoga lekas sadar karena ada hukum karma di dunia ini," terang anak Mbah Ginem, pedagang lansia yang ketipu.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Mbah Ginem memperlihatkan tampah dimana barang dagangannya ludes seusai kena tipu, Jumat (4/9/2020) malam. Dia tinggal di rumah kontrakan Jalan Setiyaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang. 

"Untuk mbaknya yang telah menipu simbah semoga lekas sadar karena ada hukum karma di dunia ini," terangnya.

Kini, Mbah Ginem berupaya melupakan kejadian tersebut.

Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam berjualan.

"Sehari kalau dagangan ramai dapat bersih Rp 60 ribu."

"Sedangkan waktu dagangan sepi Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu."

"Hasil jualan ya buat iuran arisan PKK, makan, dan kasih uang ke cucu," kata nenek lima cucu ini.

Selama berjualan Mbah Ginem memang terkendala kakinya yang kadang sering sakit.

"Kalau capek atau sakit ya tinggal minum jamu," tuturnya.

Anak Mbah Ginem, Kusnaini mengatakan, tak habis pikir perilaku pelaku penipuan yang tega menipu ibunya.

"Apa pelaku tidak merasa kasihan yang ditipu kan sudah tua."

"Bayangkan jika itu ibunya sendiri," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (4/9/2020) petang.

Dia sebenarnya mengharap pelaku dapat tertangkap meskipun hal itu sulit.

"Ketangkap biar tidak ada korban lain," harapnya.

Kusnaini menuturkan, Ibunya telah berjualan jajanan selama sekira 40 tahun.

Dia sudah memintanya untuk beristirahat di rumah, namun Mbah Ginem tetap kukuh bekerja.

"Orangnya begitu mau kerja terus selama masih sehat, hampir tidak pernah libur," katanya.

Saat Komunitas Semarang Peduli sambangi rumah kontrakan Mbah Ginem di Jalan Setiyaki Baru 2  RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang, Jumat (4/9/2020) malam.
Saat Komunitas Semarang Peduli sambangi rumah kontrakan Mbah Ginem di Jalan Setiyaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang, Jumat (4/9/2020) malam. (TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO)

Begini Modus Pelaku Penipuan Sasar Lansia

Kejadian penipuan yang menimpa penjual jajanan lansia kini terulang kembali di Kota Semarang.

Penipu tampaknya memang spesialis menyasar korban para lansia.

Pasalnya, berdasarkan ciri-ciri yang dituturkan para korban mengerucut kepada orang yang sama.

Hal ini ditegaskan perwakilan Komunitas Semarang Peduli, Tonex.

Ia menyebut, ada tiga kejadian di Kota Semarang.

Semua korban adalah penjual jajanan keliling dan berusia lanjut usia.

"Dari keterangan para korban ciri-cirinya hampir sama," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (4/8/2020) malam.

Ia menyebut, ketiga kejadian tersebut, pertama menimpa Mbah Sugiyem seorang penjual jajanan di Mijen yang tertipu oleh wanita yang kejadiannya sekira April 2020.

Kedua, kejadian penipuan menimpa Khotimah atau Mbah Khotim (70) di Jatingaleh tiga pekan lalu.

Selanjutnya, menimpa Waginem atau Mbah Ginem (65) yang terjadi pada Jumat (4/9/2020) pagi.

"Modus pelaku sama yakni pura-pura hendak memborong dagangan dengan alasan tertentu."

"Selanjutnya korban diajak naik motor dan memindahkan tas korban," katanya.

Dia mengatakan, ciri-ciri pelaku baik motor yang digunakan dan fisik juga memiliki kemiripan.

Ia pun menduga pelaku adalah orang yang sama.

"Ini dugaan kami, tentu pihak berwajib hendaknya dapat mengungkap pelaku."

"Sebab korban yang tidak terekspos mungkin lebih banyak," paparnya.

Miris terhadap kejadian penipuan tersebut, Tonex melalui komunitasnya memberikan bantuan kepada korban.

Bantuan berasal dari para donatur yang mereka himpun.

"Bantuan yang kami berikan untuk mengganti modal jualan dan sisanya dapat digunakan kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Pihaknya berharap para korban dapat diberi kesabaran dalam musibah yang dialami.

"Kami juga salut dengan semangat para korban yang berusia senja namun tetap semangat bekerja," katanya. (Iwan Arifianto)

Jangan Lewatkan, Job Fair Virtual Unika Soegijapranata Semarang, Pekan Depan Diikuti 10 Perusahaan

Tinjau Industri Batik Tegalan, Dedy Yon: Kami Sedang Galakkan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Jalankan Program MakGiz, Yayasan JBB Bantu Asupan Gizi Penghafal Quran di Banjarnegara

Penyaluran Bantuan UMKM Dibagi Lima Tahap di Banyumas, Penerima Manfaat Cuma Dapat Sekali

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved