Breaking News:

Berita Banyumas

Perempuan Warga Binaan DPPKBP3A Banyumas Bikin Face Shield, Dibagikan bagi Dewasan dan Anak-anak

Dari 81.600 itu, 48.000 buah face shield untuk ukuran dewasa dan 33.600 buah face shield ukuran anak-anak.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Penyerahan secara simbolis face Shield buatan kelompok perempuan binaan DPPKBP3A Kabupaten Banyumas kepada Bupati Banyumas Achmad Husein di Komplek Pendopo Sipanji, Purwokerto, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kelompok perempuan binaan Dinas Pemberdayaan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas memproduksi 81.600 face shield (alat pelindung wajah) yang diserahkan kepada Bupati Banyumas Achmad Husein, Jumat (4/9/2020).

Dari 81.600 itu, 48.000 buah face shield untuk ukuran dewasa dan 33.600 buah face shield ukuran anak-anak.

Namun, face shield tersebut tak semuanya untuk wilayah Banyumas. Sebanyak 48.960 dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sementara 32.640 buah didistribusikan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Banyumas Suyanto mengatakan, produksi alat pelindung wajah tersebut merupakan bagian dari pencegahan Covid-19 di Provinsi Jateng dan Kabupaten Banyumas.

Truk Muatan Genting Tabrak Truk Sampah dan 2 Motor di Turunan Jalan Sultan Agung Semarang, 1 Tewas

Aksi Anang Curi Kotak Amal di Masjid Al Khuzaema Kajen Terekam CCTV, Uangnya Dipakai Beli Beras

Tak Merasa Mengajukan Bantuan, Pemdes Purbasari Purbalingga Tolak JPS Kabupaten

Pegerjaannya melibatkan 48 kelompok perempuan rentan, terdiri dari perempuan kepala keluarga, perempuan disabilitas, perempuan korban kekerasan, perempuan pekerja migran Indonesia purna, ibu rumah tangga, perempuan ODHA, dan kader PKK.

Produksi tersebut sebagian didistribusikan kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyumas sebanyak 4.800 buah, yang secara simbolis diserahkan kepada Bupati Banyumas Achmad Husein, Kamis, di Komplek Pendopo Sipanji, Purwokerto.

"Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 60 persen, dikembalikan ke provinsi. Sisanya, digunakan untuk pencegahan Covid-19 di Kabupaten Banyumas dan tidak boleh diperjual belikan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (4/9/2020).

Sementara itu, Sekretaris DPPKBP3A Banyumas Agus Mintaf mengatakan, program ini merupakan kegiatan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) kedua, diperuntukan bagi perempuan yang terdampak Covid-19.

Mereka mendapat kegiatan memproduksi puluhan ribu face shield dengan biaya produksi Rp 1.700 per buah.

Di masa pandemi ini, banyak masyarakat yang terdampak, khususnya para perempuan yang harus berada di rumah.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved