Breaking News:

Oro-oro Kesongo di Blora Meletus, Ini Penjelasan Ahli Geologi dari Unsoed Purwokerto

Semburan lumpur panas bercampur gas di kawasan Kesongo, Blora, merupakan fenomena gunung lumpur atau Mud Volcano.

Kompas.com/Dok Babinsa Gabusan
Kawah lumpur panas Kesongo di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menyembur dashyat, Kamis (27/8/2020) pagi. 

Ditanya proses terjadinya gunung lumpur, Bayu yang juga anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menjelaskan, gunung lumpur itu terjadi akibat adanya sedimen lumpur yang diendapkan secara cepat, jutaan tahun yang lalu.

Hore, PMI Banyumas Kini Miliki Truk Tangki Air Bersih

Berikut Nama 19 Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah dari PDI Perjuangan di Pilkada Jateng

Gudang Mebel di Kudus Terbakar, Api Sempat Merembet ke Kantor PCNU

Pengendapan yang cepat menyebabkan sedimen lumpur yang masih banyak kandungan airnya terkubur dan tertekan oleh sedimen di atasnya.

Proses tektonik juga ikut berperan menekan sedimen lumpur tersebut sehingga sedimen lumpur mencari jalan keluar ke permukaan melalui rekahan-rekahan yang ada di atasnya.

Adanya kandungan gas bumi berupa gas metan yang bercampur dengan sedikit Karbondioksida dan Nitrogen juga menambah tekanan lumpur di bawah permukaan sehingga menghasilkan letusan lumpur tersebut.

Ahli Geologi Minyak dan Gas Bumi tersebut menjelaskan sisi positifnya adalah bahwa daerah ini umumnya sangat potensial menghasilkan minyak dan gas bumi.

Dengan teknologi dan pengetahuan yang baik tentang geologi daerah ini maka akan dapat diproduksi secara aman, minyak dan gas bumi yang ada.

Seperti yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan minyak yang penghasil migas, di sekitar gunung lumpur tersebut. (Tribunbanyumas/jti)
M

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved