Breaking News:

Arkeolog Temukan 1.500 Kerangka Manusia dalam Lubang di Osaka Jepang, Diduga Korban Wabah Penyakit

Para arkeologis telah menggali kuburan massal yang terdiri dari 1.500 kerangka manusia, kebanyakan berada di dalam lubang.

Editor: rika irawati
AP/Osaka City Cultural Properties Association via Kompas.com
Foto tak bertanggal yang diberikan Rabu, 26 Agustus 2020 oleh Asosiasi Properti Budaya Kota Osaka ini menunjukkan tulang manusia terkubur dalam lubang di bagian selatan situs pemakaman Kuburan Umeda, di Osaka, Jepang barat. Foto itu diambil selama penelitian pemakaman antara September 2019 dan Agustus 2020. Para arkeolog telah menggali sisa-sisa lebih dari 1.500 orang, banyak dari mereka menunjukkan tanda-tanda kematian akibat epidemi, di sebuah situs kuburan massal abad ke-19 selama penggalian proyek pengembangan kota dekat stasiun kereta api utama di Osaka, Jepang barat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TOKYO - Para arkeologis telah menggali kuburan massal yang terdiri dari 1.500 kerangka manusia, kebanyakan berada di dalam lubang.

Banyak dari mereka dipercaya meninggal di tengah wabah, dikubur pada abad 19 di sebuah kuburan massal.

Proyek itu dilakukan dalam bagian pengembangan kota Osaka di bagian barat Jepang.

Melansir The Associated Press, pihak berwenang dari Osaka City Cultural Properties Association (OCCPA), kajian terhadap kerangka-kerangka itu mengungkap bahwa mereka adalah orang-orang muda yang meninggal di akhir tahun 1800-an.

Paman Kim Jong Un Dikabarkan Ambil Alih Kekuasaan setelah Keponakannya Koma Akibat Operasi Jantung

Pengantin Bom Bunuh Diri di Jolo Filipina Diduga Seorang Wanita asal Indonesia

Pemakaman Umeda, satu dari 7 situs pemakaman bersejarah di kota perdagangan Osaka yang ramai digali sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali di dekat stasiun kereta api utama.

Lebih dari 1.500 kerangka manusia ditemukan selama putaran akhir penggalian yang dimulai sejak September 2019.

Kegiatan itu merupakan lanjutan studi 2016-2017 yang menggali ratusan kerangka serupa di lokasi berdekatan, menurut Yoji Hirata, seorang pejabat di OCCPA.

"Ini adalah penemuan bersejarah situs pekuburan pertama kami di Osaka," ujar Hirata.

"Penemuan ini akan menyediakan (informasi) tradisi pemakaman rakyat biasa yang lebih rinci di masa lalu".

Korban penyakit wabah

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved