Breaking News:

Berita Banyumas

Wabup Banyumas Tawarkan 37 Bidang Lahan Pemkab bagi Petani Hidroponik yang Kekurangan Lahan

Mencoba memberi solusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyediakan lahan untuk dimanfaatkan petani hidroponik.

TRIBUNBANYUMAS/Ist
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memanen buah melon di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Minggu (23/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ketersediaan lahan untuk media bertanam menjadi masalah yang kini dihadapi petani di Banyumas.

Mencoba memberi solusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyediakan lahan untuk dimanfaatkan petani hidroponik.

"Banyak sekali tanah-tanah yang saat ini sedang dalam proses menjadi nama milik daerah. Kemarin, jika tidak salah, sudah ada 37 sertifikat dan ini nanti silakan untuk dipakai sebagai lahan pertanian seperti ini," ujar Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Senin (24/8/2020).

Hal tersebut disampaikan Sadewo saat menghadiri acara panen melon golden water di Green House Hijau Daun di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Minggu (23/8/2020).

Lansia Punya Kebiasaan Minum 2 Gelas Kopi Setiap Hari? Ini Kata Dokter RSI Banjarnegara

Bupati Purbalingga Batalkan Kegiatan Belajar Tatap Muka di Sekolah Gara-gara 15 Kasus Baru Covid-19

Tinggalkan Mirna, Dico Diusung Golkar dan Demokrat Nyalon Bupati Kendal

Polisi Tangkap Mantan Satpam di Kebumen: Pakai Sabu untuk Lupakan Kesedihan Gagal Berumah Tangga

Khawatir Abrasi Meluas, Warga Winong Bangun Talud Darurat dari Sak Berisi Pasir

Menurut Sadewo pertanian sistem hidroponik menjadi upaya pengembangan potensi lokal yang baik serta upaya menjaga ketahanan pangan.

Pihaknya juga menyinggung terkait distribusi hasil panen yang seharusnya bisa dilakukan lewat jalur yang ringkas, yakni tanpa melalui perantara ketika hasil produksi baik melon maupun stroberi diekspor ke luar negeri.

"Kami akan memikirkan hal itu dengan cara menampung hasil produksi pertanian melalui perusda supaya jalur distribusi bisa dipangkas. Tapi, untuk rencana ini, kami akan menunggu dulu proses perbaikan internal di perusda," katanya.

Sementara, pemilik Hijau Daun, Anton Supriyono mengapresiasi tawaran wakil bupati agar petani hidroponik memanfaatkan lahan tak dipakai milik pemkab.

Bus Tabrak Tronton di Tol Cipali, Empat Orang Tewas dan 11 Lainnya Luka-luka

Bagi Kekuasaan dengan Sang Adik, Kim Jong Un Dikabarkan Koma

Diterpa Isu Pecah dan Pembelotan Pengurus, Ini Sikap PPP Purbalingga

Anton siap untuk bekerjasama dalam pemanfaatan lahan milik Pemkab Banyumas dengan pola bagi hasil.

"Saya siap bekerjasama dan sekuat tenaga memajukan sektor pertanian hidroponik di Banyumas agar dikenal di kancah nasional," ujarnya yang juga menjadi konsultan nutrisi di sejumlah perusahaan pertanian.

Saat ini, Green House Hijau Daun milik Anton di Pageraji menempati lahan seluas 2.000 meter persegi.

Di dalam area tanah tersebut terdapat 6.000 batang tanaman melon jenis Golden dan Camoy.

Kedua jenis melon tersebut biasanya dipanen setelah 60 hari dengan jumlah mencapai 1 ton buah. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved