Breaking News:

Berita Teknologi

Instagram Dituduh Kumpulkan Data Biometrik Pengguna Tanpa Izin, Gunakan Teknologi Tagging Foto

Instagram disebut menggunakan alat face-tagging yang memanfaatkan teknologi pengenal wajah untuk kemudian mengumpulkan data wajah pengguna.

Istimewa/TribunManado.co.id
Ilustrasi Instagram. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Facebook Inc kembali menghadapi tuntutan hukum baru.

Tudingan spesifik ditujukan pada Instagram yang disebut menghimpun data biometrik pengguna secara diam-diam menggunakan teknologi tagging (penanda) foto yang dimiliki Facebook.

Tuntutan itu telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri di wilayah Redwood City, California, Amerika Serikat.

Perbup Batang Sudah Diberlakukan, Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Denda, Segini Besarannya

16 Klaster Masih Aktif Tularkan Virus Corona di Kota Semarang

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Minus 5,94 Persen, Ini Strategi Gubernur Ganjar Pranowo

Sembilan Tenaga Medis Terpapar Virus Corona di Kendal, Satu Antaranya Adalah Dokter Puskesmas

Dalam tuntutan itu, Facebook disebut mengumpulkan data biometrik dari 100 juta data pengguna Instagram.

Terutama teknologi biometrik yang berkaitan dengan pengenal wajah (facial recognition).

Instagram disebut menggunakan alat face-tagging yang memanfaatkan teknologi pengenal wajah untuk kemudian mengumpulkan data wajah pengguna.

Data tersebut kemudian disimpan di database Facebook.

Alat ini bekerja secara otomatis tanpa persetujuan pengguna.

Orang-orang yang ada di dalam foto yang diunggah ke Instagram, akan ikut terdata meskipun mereka tidak memiliki akun Instagram.

"Sekalinya Facebook menangkap biometrik pengguna Instagram, mereka menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan teknologi pengenal wajah di semua produknya."

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved