Breaking News:

AS Siap Bantu Keuangan Lebanon Pascaledakan Asal Ada Reformasi Politik

AS menyatakan komitmennya akan memberikan bantuan keuangan untuk pemulihan kondisi di Beirut pascaledakan dahsyat, Selasa (4/8/2020).

Editor: rika irawati
AFP/Patrick Baz
Warga mengungsi dari sekitar lokasi ledakan dahsyat yang terjadi sehari sebelumnya di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020) pagi waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Amerika Serikat (AS) menyatakan komitmennya akan memberikan bantuan keuangan untuk pemulihan kondisi di Beirut pascaledakan dahsyat, Selasa (4/8/2020).

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan politik David Hale mengatakan, bantuan itu sangat tergantung pada reformasi politik atau institusional serta bebas dari korupsi di pemerintahan Lebanon.

"Ketika kita melihat para pemimpin Lebanon berkomitmen untuk perubahan yang nyata, perubahan dalam kata dan perbuatan, Amerika dan mitra internasional akan merespon reformasi sistemik dengan dukungan keuangan berkelanjutan," kata David Hale pada akhir kunjungan tiga hari ke Beirut setelah ledakan di awal bulan ini, seperti dilansir Reuters, Minggu (16/8/2020).

Hale juga mengatakan, Amerika Serikat sudah siap menggelontorkan dana tambahan hingga 30 juta dolar AS untuk memungkinkan gandum masuk melalui pelabuhan Beirut.

Istana 160 Tahun Rusak Parah Akibat Ledakan di Beirut Lebanon: Lantai Atas Hilang, Dinding Runtuh

Setelah Ledakan dan Demonstrasi Berujung Ricuh, Perdana Menteri Lebanon Mengundurkan Diri

Forbes Rilis Daftar Artis Hollywood Berbayaran Tinggi, Dwayne Johnson Kalahkan Ben Affleck

Wakil Bupati Way Kanan Meninggal Dunia Setelah Dirawat Sepekan di RS Akibat Covid-19

Sevilla Vs Manchester United Bertemu Lagi di Semifinal Liga Europa, Ini Link Live Streaming-nya

Sebelum ini, ia juga mengatakan, Biro Penyelidik Federal (FBI) akan bergabung dalam penyelidikan ledakan Beirut yang menewaskan setidaknya 172 orang.

"FBI akan segera bergabung dengan penyidik Lebanon dan internasional atas undangan Lebanon untuk membantu menjawab pertanyaan tentang penyenan ledakan ini," kata Hale.

Hale juga mengatakan, Lebanon membutuhkan "reformasi ekonomi dan fiskal, mengakhiri pemerintahan yang disfungsional dan janji-janji kosong".

Ledakan di pelabuhan Beirut melukai 6.000 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang tanpa rumah.

Hingga kini, masih terdapat 30-40 orang hilang dalam ledakan itu.

Pihak berwenang telah menyebutkan, ledakan 4 Agustus lalu itu terjadi akibat tumpukan besar amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di pelabuhan tanpa tindakan keamanan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved