Berita Jawa Tengah

Satu Investor Asal Korea Selatan Dipastikan Mengisi KIT Batang, Tahap Awal Bangun 450 Hektare

Dari lahan 4.300 hektare kawasan KIT di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, pada tahap pertama akan dibangun 450 hektare.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
PEMKAB BATANG
Kepala (DPMTSP) Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih memberikan pemaparan tentang Kawasan Industri Terpadu (KIT) kepada calon investor asal Korea Selatan, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Tiga investor asing dari Korea Selatan mengunjungi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk melihat potensi investasi.

Dari ketiga investor tersebut, Bupati Batang Wihaji mengungkapkan, satu di antaranya sangat tertarik dan positif ber investasi.

"Ada kunjungan dari tiga investor asal Korea Selatan."

"Alhamdulillah salah satunya positif investasi di KIT Batang," tutur Bupati Wihaji kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (14/8/2020).

Ternyata Karena Alasan Ini, Kantor Disparpora Batang Tutup Sejak Senin 10 Agustus 2020

Dinkes Batang Sebut Ibu Hamil Rentan Terpapar Covid-19: Tolong Bidan Desa Lebih Intensif Memantau

Belanja Kebutuhan Apapun Kini Cukup Pakai Aplikasi Dotukura, Tahap Awal Ada di Pasar Batang

Tersedia Layanan Call Center 112 di Batang, Warga Bisa Hubungi Saat Ada Keadaan Darurat

Wihaji mengatakan, tiga investor tersebut dibawa oleh Badan Koordinasi Penanan Modal (BKPM).

Namun Wihaji belum mau menyebutkan jenis bidang usaha yang akan di investasikan di Kabupaten Batang.

"Yang jelas investor Korea Selatan itu sangat serius investasi di KIT Batang."

"Karena mereka sudah mengirim surat resmi peminatan kepada kami," ujarnya.

Wihaji juga menyampaikan, dari lahan 4.300 hektare kawasan KIT di Desa Ketanggan, Kecamatan  Gringsing, pada tahap pertama akan dibangun 450 hektare.

Yang di dalamnya termasuk konsep Transit Oriented Development (TOD).

" KIT Batang semangatnya berawal dari konsep TOD dan sudah ada MoU."

"Hanya letaknya yang berubah dan luasan tanah masih dikompromikan," ujarnya.

KIT Batang dikelola oleh BUMN dan BUMD Batang yang saat ini masih dalam tahapan pembuatan masterplan.

Tapi sudah banyak perusahaan asing yang mengunjungi untuk melihat kondisi sebenarnya di KIT Batang.

Dengan begitu dia berharap kepada masyarakat Batang untuk bisa mempersiapkan diri untuk bisa bekerja di KIT Batang.

"Kalau warga memenuhi persyaratan untuk bekerja di KIT Batang, tentu akan diprioritaskan," pungkasnya. (Dina Indriani)

Ikatan Dokter Indonesia Dorong Pemkab Banjarnegara Terbitkan Perda Covid-19

Komentar Balasan Warganet Terbukti, Warga Purwokerto Pengunggah Video Tak Percaya Corona Ditangkap

Harga Kubis Makin Anjlok di Banjarnegara, Paling Mahal Cuma Rp 700 Tiap Kilogram

Terbanyak di Purbalingga, ASN Tidak Netral dalam Pilkada Serentak, Rekap Sementara Bawaslu Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Jawa Tengah
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved