Breaking News:

Berita Banyumas

Kesal Tuntutan terkait Perangkat Desa Selingkuh Tak Digubris, Warga Segel Balai Desa Pejogol

Merasa tuntutan tidak dipenuhi, sejumlah warga menyegel balai Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (13/8/2020).

TRIBUNBANYUMAS/Ist
Warga menyegel Balai Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (13/8/2020), sebagai buntuk kasus dugaan perselingkuhan perangkat desa dengan bidan desa setempat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Merasa tuntutan tidak dipenuhi, sejumlah warga menyegel balai Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (13/8/2020).

Tuntutan warga meminta salah satu perangkat desa, HR, supaya mundur karena diduga berbuat selingkuh dengan bidan setempat, tidak kunjung dipenuhi.

Alhasil, gerbang balai desa itu ditutup menggunakan papan kayu dan sampah dibiarkan berserakan.

Penyegelan itu kurang lebih terjadi pada pukul 13.00 WIB yang membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terhenti.

"Warga demo sudah enam kali ini, kebetulan, waktu itu saya dan perangkat lain sedang isoma (istirahat salat dan makan siang). Waktu akan balik ke kantor, desa sudah dalam keadaan disegel," ujar salah seorang perangkat Desa Pejogol, Niswo, kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (14/8/2020).

Warga Geruduk Kantor Desa Pejogol, Tuntut Kaur Kesra Mundur Karena Kepergok Berselingkuh

Tiga Polwan di Selayar Laporkan Kasat Reskrim, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Diduga Rem Blong, Kontainer Tabrak Truk dan Motor di Jambu. Pembonceng Asal Pemalang Tewas

Nelayan, Pelajar, TNI, dan Polri Ikuti Upacara Bendera di Pantai Glagah Wangi Istambul Demak

Niswo menuturkan jika gerbang mulai dibuka lagi oleh warga pada malam hari, dibantu Bhabinkamtibmas setempat.

"Pelayanan setengah hari tutup, saya takut ke sini, takut ada apa-apa," ungkapnya.

Warga juga memasang banner bertuliskan "Zina Bukan Persoalan Kecil" yang persis dipasang di depan pintu gerbang.

Saat ini, perangkat desa yang bersangkutan masih bekerja namun khusus hari ini, meminta izin libur karena takut jika sewaktu-waktu ada demonstrasi lagi.

Menanggapi kasus penyegelan balai desa tersebut, Kuasa Hukum Kepala Desa Pejogol dan perangkat desa HR, Djoko Susanto mengatakan jika pihaknya sudah melaporkan ke Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

"Itu sudah melampaui batas dan penegak hukum wajib menindak. Balai desa adalah simbol pemerintahan yang sah. Kami akan laporkan ke Gubernur Jawa Tengah dan Polda Jateng melalui surat terbuka secara elektronik dan nanti akan disusul surat resmi," ungkapnya.

Warga Kembali Geruduk Balai Desa Pejogol, Sebulan HR Belum Undur Diri, Perselingkuhan di Banyumas

Di Sidang Tahunan MPR, Presiden Jokowi: Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis atau Pancasilais

Hore, Ibu Rumah Tangga dan Korban PHK Dapat Ajukan Kredit Bunga Nol Persen Hingga Rp 10 Juta

Meski saat ini penyegelan sudah dibuka namun tidak dapat menghentikan proses hukum.

"Seharusnya tidak bisa menghentikan proses hukum. Kalau merasa tidak cocok, sebaiknya dilaporkan atau diadukan saja tindakan perangkat desa yang dimaksud," ujarnya.

Sebelumnya, seorang perangkat desa di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, HR (40), digeruduk warga karena dianggap melakukan tindakan perselingkuhan dengan bidan desa setempat, BS (27), pada Senin (29/6/2020).

Masyarakat desa setempat merasa resah dengan tindak perselingkuhan tersebut karena keduanya sama-sama tokoh desa yang semestinya menjadi contoh. (jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved