Breaking News:

Virus Corona Tegal

Pasar Disebut Menjadi Lokasi Paling Rawan Penularan Virus Corona di Kabupaten Tegal

Selain di lingkungan kantor maupun fasilitas pelayanan kesehatan, pasar tradisional juga bisa menjadi episentrum penularan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Petugas Satpol PP Kota Tegal memberi imbauan dan mendata para PKL di Jalan Pancasila Kota Tegal, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Penularan Covid-19 di masa pandemi ini bisa terjadi dimana saja.

Selain di lingkungan kantor maupun fasilitas pelayanan kesehatan, pasar tradisional juga bisa menjadi episentrum penularan dengan menciptakan klaster baru.

Sebanyak 25,4 persen dari 477 responden jajak pendapat Humas Pemkab Tegal menilai, pasar menjadi tempat berisiko paling tinggi terjadinya penularan Covid-19.

Adapun 15,5 persen responden memilih rumah sakit sebagai tempat berisiko tertinggi kedua, disusul tempat hiburan seperti arena permainan ketangkasan dengan 14,5 persen responden.

Warga Kota Tegal Boleh Selenggarakan Upacara dan Tasyakuran HUT ke 75 RI

Paralayang di Watu Kumpul Banyumas Bisa Jadi Magnet Wisatawan Asing

Tak Semua Karyawan Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta di Banyumas Terima BLT, Ini Alasannya

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Sekolah di 10 Kecamatan Kabupaten Tegal Hentikan KBM Tatap Muka

Bahkan, 48,8 persen responden menilai tingkat kedisiplinan terendah dalam menerapkan protokol kesehatan ada di lingkungan pasar.

Menindaklanjuti hasil survei tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah, beserta anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal melakukan giat operasi penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar tradisional, pada Senin (10/8/2020) kemarin.

Di lingkungan pasar, Umi mendapati banyak terjadi pelanggaran, terutama pedagang dan warga pembeli yang tidak mengenakan masker.

“Mereka yang kedapatan melanggar langsung kita kenai sanksi hukuman disiplin secara terukur,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (10/8/2020) malam.

Sanksi hukuman disiplin tersebut telah diatur dalam Peraturan Bupati Tegal Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Sanksinya mulai dari yang terendah adalah teguran lisan, menyanyikan lagu nasional atau melafalkan sila Pancasila, hingga sanksi sosial membersihkan lingkungan sekitar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved