Breaking News:

Berita Tegal

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Sekolah di 10 Kecamatan Kabupaten Tegal Hentikan KBM Tatap Muka

Terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, membuat sejumlah sekolah yang ada di 10 Kecamatan menghentikan KBM tatap muka.

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Rival Almanaf
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Beberapa wali murid kecele seusai sampai di SMP Negeri 1 Tegal, Senin (13/7/2020). Mereka mengira anaknya sudah masuk sekolah atau mulai belajar di sekolah. 

Dengan kata lain, meski Dikbud sudah mendapat sinyal dari Menteri bahwa wilayah zona kuning Covid-19 boleh melakukan KBM tatap muka. Tapi keputusan tetap diserahkan kepada masing-masing daerah.

"Jadi meski kami sudah mendapatkan sinyal zona kuning boleh melakukan KBM tatap muka, tapi kalau kepala daerah dalam hal ini Bupati tidak berani untuk mengizinkan pembukaan, ya kami mengikuti saja. Intinya kami mengikuti aturan pemerintah daerah," ungkapnya.

Ditanya apakah selama pelaksanaan KBM tatap muka terjadi kendala atau laporan penambahan kasus Covid-19, Winarto mengatakan, kalau di lingkungan sekolah sampai saat ini belum ditemukan.

Tapi lebih kepada siswa yang terpapar Covid-19 dari keluarganya di rumah, seperti yang terjadi di Bogares Kidul Pangkah beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga sudah menegaskan, sekolah yang ditutup atau diberhentikan KBM tatap mukanya tidak hanya yang ada di zona merah atau ada kasus positif Covid-19 saja, tapi sekolah yang melanggar aturan protokol kesehatan juga akan ditutup.

Hal ini, sesuai hasil koordinasi dengan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, yaitu semua lembaga atau satuan pendidikan (TK/Paud, SD, dan SMP) yang melakukan KBM tatap muka, harus membuat surat pernyataan kesanggupan menaati protokol kesehatan selama berada di sekolah.

Surat pernyataan tersebut diketik dan ditandatangani kepala sekolah, bermeterai 6000, dan mengetahui atau menyetujui Komite Sekolah.

"Saat pertama kali pelaksanaan KBM tatap muka, siswa tidak perlu membuat surat pernyataan, hanya orangtuanya saja. Maka karena ada perubahan SKB 4 Menteri tadi, yang wajib membuat surat pernyataan sanggup menaati protokol kesehatan yaitu pihak sekolah. Adapun untuk KBM saat ini sudah full semua pelajaran, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan, jadi tidak semua masuk di hari yang sama tapi dibagi menjadi dua kelas," terangnya.

Berikut daftar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Tegal yang proses KBM tatap mukanya diberhentikan karena terdapat kasus Covid-19.

Sedangkan untuk daftar nama sekolah, dari pihak Dikbud Kabupaten Tegal tidak berkenan dicantumkan, jadi hanya nama desa dan kecamatannya saja.

Istana 160 Tahun Rusak Parah Akibat Ledakan di Beirut Lebanon: Lantai Atas Hilang, Dinding Runtuh

Nyalon Pilkada dari Partai Demokrat, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Dipecat PDIP dari Anggota

IHSG Diprediksi Melemah, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Agustus 2020 dari Analis

Presiden Jokowi Bakal Tunggui Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Relawan di Bandung Hari Ini

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved