Breaking News:

Berita Tegal

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Sekolah di 10 Kecamatan Kabupaten Tegal Hentikan KBM Tatap Muka

Terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, membuat sejumlah sekolah yang ada di 10 Kecamatan menghentikan KBM tatap muka.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Beberapa wali murid kecele seusai sampai di SMP Negeri 1 Tegal, Senin (13/7/2020). Mereka mengira anaknya sudah masuk sekolah atau mulai belajar di sekolah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, membuat sejumlah sekolah yang ada di 10 Kecamatan menghentikan KBM tatap muka.

Mereka kembali menerapkan kegiatan belajar dari rumah (daring) sejak Senin (10/8/2020) kemarin.

Keputusan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan mulai dari TK/Paud, SD, dan SMP.

Saat ditemui Tribunbanyumas.com di kantornya, Kepala Dikbud Kabupaten Tegal, Ahmad Wasari, melalui Plt Sekdin Dikbud Kabupaten Tegal, Winarto menjelaskan, sekolah yang KBM tatap mukanya dihentikan dan melakukan belajar dari rumah tersebar di 25 Desa di 10 Kecamatan.

Terjadi Lonjakan Kasus Pasien Positif Covid-19 di Kota Tegal, Jumadi: Kebanyakan Tanpa Ada Gejala

Kakek 70 Tahun di Tegal Tega Cabuli Bocah 6 Tahun, Beri Iming-Iming Uang Rp 2 Ribu dan Otok-otok

Festival Bahari Jazz Digelar Desember, Selama Sebulan di Pantai Alam Indah Kota Tegal

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal saat Disebut Pencitraan dan Sembunyikan Data Covid-19

Adapun kenapa di 10 kecamatan tersebut, karena yang terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ataupun berada di wilayah zona merah.

Sehingga dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal, 10 di antaranya sebagain sekolah diberhentikan KBM tatap mukanya.

"Sesuai revisi SKB 4 menteri, di dalamnya tertulis membolehkan siswa berangkat sekolah dan melakukan KBM tatap muka, bagi mereka yang berada di wilayah zona hijau dan kuning. Karena sebelumnya yang boleh hanya di wilayah zona hijau saja," tutur Winarto, pada Tribunbanyumas.com, Senin (10/8/2020) kemarin.

Bagaimana cara pihak Dikbud mengetahui status zonasi pada suatu wilayah? Winarto menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal untuk memetakannya.

Setelah mendapat informasi dimana saja wilayah yang zona merah, atau terjadi penambahan kasus positif Covid-19, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan penutupan, isolasi, atau sebagainya.

Selain itu, sekolah bisa atau diperbolehkan menyelenggarakan KBM tatap muka, harus mendapat persetujuan dari Pemda atau Kanwil, Kepala sekolah, dan Komite Sekolah (orangtua siswa).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved