Berita Kriminal

Dagang Mainan Anak Sepi Pembeli saat Pandemi, Ibu Ini Nyambi Jual 20 Gadis ABG Melalui MiChat

Pedagang Mainan Anak Ditangkap Polisi di Madiun, Nyambi Jual 20 Gadis ABG Melalui MiChat. Alasannya dagang mainan anak sepi pembeli saat pandemi

Pixabay.com
Ilustrasi prostitusi online - Mengaku dagang mainan sepi pembeli, seorang ibu di Madiun nyambi jual 20-an gadis ABG melalui MiChat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MADIUN - Mengeluh dagang mainan anak sepi pembeli saat pandemi, seorang ibu tiga anak di Madiun nyambi jual 20 gadis anak baru gede (ABG) melalui MiChat.

Walhasil, bisnis sampingannya ini pun membawa sang pedagang mainan ke balik jeruji besi.

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun menangkap ISM (34), ibu rumah tangga yang berprofesi mucikari.

Fakta Mencengangkan, Anak-anak Ini Hanya Dibayar Rp50.000 untuk Jadi Bintang Porno

Presiden Jokowi: BLT Pekerja Cair dalam Dua Pekan Mendatang, Rp600.000 Per Bulan

7 Kali Beraksi 8 Pengendara Jadi Korban, Polisi Tangkap Penembak Misterius di Tangsel

Ingin Dapat Bantuan Rp 600 Ribu? Dorong HRD Perusahaanmu Agar Segera Melapor ke BPJS Ketenagakerjaan

Kepada polisi, ISM mengaku menjual 20-an gadis kepada lelaki hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Aldo Febrianto yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (11/8/2020) siang menyatakan, tersangka ISM ditangkap pekan lalu.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi adanya transaksi prostitusi online di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Madiun.

“Kami tangkap ISM setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat."

"Tersangka sudah menjalankan bisnis prostitusi online-nya sejak enam bulan terakhir melalui aplikasi Mi Chat dan WhatsApp,” kata Aldo.

Aldo mengatakan, tersangka ISM menjual satu gadis kepada lelaki hidung belang Rp 800.000.

Dari jumlah itu, ibu rumah tangga itu mendapatkan keuntungan Rp 200.000.

Untuk perekrutannya, kata Aldo, tersangka ISM awalnya mengajak dua gadis indekos yang tinggal bersebelahan dengan kamarnya yang kesehariannya bekerja sebagai pemandu lagu.

Lantaran pub tempat kerjanya masih tutup di era pandemi, dua gadis masing-masing berinisial SW (20) dan AN (15) menerima tawaran ISM bekerja sebagai pekerja seks komersial.

Kepala polisi, tersangka ISM mengaku nekat menjalani bisnis prostitusi online untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya.

Sebab, penjualan mainan anak yang dijalankannya sepi pembeli di tengah pandemi corona.

Tersangka ISM dijerat dengan tuduhan kejahatan perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Tak hanya itu, polisi juga menjerat Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Update Virus Corona Selasa 11 Agustus, Pertama Kalinya Jateng Tidak Masuk di Lima Besar

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Orang Miskin Dilarang Gelar Pesta Pernikahan, Pemerintah Diminta Segera Buat Aturannya

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Kriminal
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved