Breaking News:

Megawati Beri Sambutan saat KLB Gerindra, Pengamat: Belum Tentu Berlanjut Hingga Pilpres 2024

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawai Soekarnoputri hadir secara virtual dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra. Kehadirannya menunjukkan hubungan mesra

Editor: rika irawati
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai, kehadiran Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri secara virtual dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra pada Sabtu (8/8/2020) adalah hal yang biasa karena PDI-P dan Gerindra berada di barisan koalisi pemerintah.

Ujang juga mengatakan, kehadiran Megawati juga menunjukkan hubungan dua parpol tersebut sedang mesra dan saling membutuhkan.

"Itu karena hubungannya sedang mesra, sedang saling membutuhkan. Dan karena ada jasa Megawati dalam masuknya Prabowo dan Gerindra di pemerintahan," kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Tes Swab Kembali Digelar di Keuskupan Purwokerto, Satu Warga Dinyatakan Positif Covid-19

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Warga Dilarang Beraktivitas di Desa yang Telah Direlokasi

Buntut Ledakan di Beirut dan Demonstrasi Warga, 2 Menteri Lebanon Mundur dari Jabatan

Kendati demikian, Ujang mengatakan, keakraban Megawati dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum tentu akan berlanjut hingga Pemilu 2024. Sebab, hubungan Megawati dan Prabowo selama ini naik turun.

Dinamika politik juga bersifat cair dan dinamis sehingga semua kemungkinan bisa terjadi.

"Kita masih ingat di Pilpres 2009 Megawati dan Prabowo berpasangan sebagai capres dan cawapres. Lalu kalah oleh SBY-Budiono. Megawati dan Prabowo membuat Perjanjian Batu Tulis, di mana Megawati mendukung Prabowo untuk Capres di 2014. Tapi faktanya, Megawati dukung Jokowi. 2019 juga Megawati dukung Jokowi," ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang menilai, keberlanjutan kemesraan Megawati dan Prabowo bergantung pada dinamika dan kepentingan politik masing-masing.

"Untuk ke depan belum tentu. Karena tergantung dinamika politik yang berkembang. Dan tergantung kepentingan politik masing-masing," kata dia.

Megawati Soekarnoputri menyampaikan sambutan secara virtual dalam kongres luar biasa (KLB) Partai Gerindra yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).

Dikabarkan Ingin Mengakuisisi TikTok secara Global, Microsoft Siapkan Dana Hingga Rp 733 Triliun

Korea Selatan Cabut Travel Warning bagi Warganya yang Ingin ke Hubei China

Sebelum Meninggal Akibat Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Diketahui Mengidap Emboli Paru

Presiden kelima RI ini memberikan dorongan kepada Partai Gerindra agar terus eksis dan berjuang demi rakyat Indonesia.

"Semoga, semakin menguatkan kepakan sayap garuda, ikut serta berjuang membawa kemajuan Indonesia Raya," kata Megawati.

Ia menilai, Partai Gerindra merupakan partai yang setia dengan nilai-nilai Pancasila.

Dia berharap Gerindra dapat terus mengonsolidasikan ideologi, organisasi, serta kader untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.

"Saya percaya sebagai partai yang mengedepankan semangat patriotisme dan berdiri kokoh di atas fundamen ideologi negara Pancasila, Partai Gerindra akan terus melakukan konsolidasi ideologi, organisasi, dan kader guna menjawab tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Megawati Beri Sambutan di KLB, Gerindra dan PDI-P Dinilai Saling Membutuhkan". 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved