Kamis, 7 Mei 2026

Berita Video

Video Bikin Nagih, Terbang Paralayang di Bukit Watu Kumpul

Bupati Banyumas Achmad Husein beserta istri memberanikan diri mencoba olahraga paralayang di bukit Watu Kumpul Banyumas.

Tayang:

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Berikut ini Video bikin nagih, terbang paralayang di bukit watu kumpul

Bupati Banyumas Achmad Husein beserta istri memberanikan diri mencoba olahraga paralayang di bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas pada Sabtu (8/8/2020).

Bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas menjadi lokasi baru pengembangan aero sport seperti Paralayang.

"Subhanallah pemandangannya indah, Bikin nagih."

"Tapi di atas kurang lama karena anginnya sedang kurang bagus."

"Saya mencoba paralayang sudah tiga kali, tapi kalau di Watu Kumpul ini baru yang pertama kali," ujar Husein kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (8/8/2020).

Husein mengaku tidak merasa takut ketika mencoba terbang paralayang.

Bupati sangat antusias dan mendukung penuh bukit Watu Kumpul menjadi tempat wisata sekaligus pengembangan olahraga kedirgantaraan seperti paralayang.

Karena hal itulah bupati menghendaki adanya peningkatan sarana dan prasarana agar semakin menunjang olahraga paralayang di Banyumas.

"Paling ini sekitar Rp 500 juta, perbaikan sarana pengembangannya diantara lain pada bagian landasan dan sisi timur untuk pelatihan.

Nantinya akan bekerjasama dengan atlet paralayang akan kita himpun pula, anak-anak yang berminat belajar olahraga paralayang ini," jelasnya.

Kedepannya akan ada dua spot dimana sisi sebelah timur untuk area pelatihan dan sisi barat untuk wisata.

"Tanah ini adalah milik perhutani dan perlu melakukan perizinan terlebih dahulu," tambahnya.

Saat mencoba terbang bupati didampingi oleh atlet Paralayang asal Banyumas, Muhibin dan Erna Husein didampingi oleh altet Damar Asis Prasetya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas, Bambang Setiawan mengatakan jika bukit Watu Kumpul menjadi aset baru olahraga kedirgantaraan di Banyumas.

Pihaknya sedang mengupayakan membuat paling tidak dua track olahraga aero sport khusus untuk gantole dan paralayang.

"Untuk gantole itu sendiri butuh landasan lari sedikit paling nanti itu yang perlu dibenahi.

Ini sangat bagus potensinya karena ada wisatanya juga yang akan mendukung," katanya.

Bahkan menurutnya, bukit Watu Kumpul, Pekuncen dapat dijadikan sebagai tempat yang layak menggelar kejuaraan baik nasional dan internasional.

Setelah melakukan survey di beberapa tempat di Banyumas, maka bukit Watu Kumpul dianggap yang paling baik.

Survey tempat untuk latihan paralayang tidaklah sembarangan.

Ada beberapa syarat seperti bagaimana kondisi angin sepanjang tahun, adanya tempat landing atau mendarat bagi para atlet yang baik.

Sementara itu Pembina atlet Paralayang Banyumas, Didi Hartanto mengatakan jika pada prinsipnya olahraga paralayang membutuhkan lokasi ketinggian, seperti bukit.

Selain sebagai objek wisata hutan pinus dan swafoto, Bukit Watu Kumpul juga mempunyai kontur tanah yang bagus untuk Paralayang.

"Paralayang ini membutuhkan angin lembah dan angin gunung, untuk mengangkut parasut.

Watu kumpul mempunyai lokasi yang pas dan baik untuk take of dan landing," ungkapnya.

Menurutnya, Banyumas notabene pernah menjadi tuan rumah PON Propinsi dan menjadi juara umum, sudah sepantasnya mempunyai latihan paralayang sendiri.

Apalagi dengan potensi atlet dan tempat yang ada sangat baik untuk dikembangkan.

"Dari segi angin bagus, ada kontur perbukitannya, ada cerukan lembah, kita ingin tahu dulu turbulensi angin dimana

Sehingga ketika ada orang-orang luar kota yang akan mencoba disini tau dimana lokasi turbulensi maka dari itu perlu survey," katanya. 

Terkait evaluasi dan perbaikan sarana pendukung, perlu ada perbaikan terutama terkait landasan pacu para atlet.

Menurutnya kemiringan landasan pacu untuk take off paralayang yang ideal adalah sekitar 15-45 derajat.

"Yang penting angin itu masuk ke arah parasut, kalau mengembangkan gak ada angin, akan susah.

Kalau ada landasan pacu, atlet lari sedikit saja sudah bisa terbang, maka dari itu landasan pacu perlu diperbaiki," pungkasnya.

Selain itu menurutnya perlu ada pembatas antara penonton dan penerjun supaya tetap aman.

Menurutnya bukit Watu Kumpul potensial menjadi lokasi paralayang karena lokasinya tidak dekat dengan area penerbangan umum ataupun militer. (Tribunbanyumas/jti)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved