Berita Regional

Misteri Mayat Bocah Berseragam SD Terungkap, Ini Fakta Penyebab Kematiannya, Bukan karena Miras

Misteri Mayat Bocah Bercelana seragam SD Terungkap, Ini Fakta Penyebab Kematiannya, Bukan karena Miras

Istimewa
Ilustrasi jenazah - Misteri mayat bocah bercelana seragam SD terungkap. Korban meninggal bukan karena keracunan miras, melainkan karena kecelakaan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TASIKMALAYA - Warga Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat bocah mengenakan celana seragam SD, di pinggir jalan.

Bocah bercelana seragam SD tersebut ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa dan ada botol miras di dekatnya.

Kini misteri mayat bocah bercelana seragam SD terungkap, baik identitas maupun penyebab kematiannya, yang ternyata bukan karena minuman keras (miras).

Heboh, Mayat Bocah Berseragam SD Tergelatak di Pinggir Jalan, Ada Botol Miras di Sampingnya

Modus Kencan Singkat Rampok Pria Kaya, Empat Perempuan Cantik Geng Black Widow Ditangkap Polisi

Orang Miskin DIlarang Gelar Pesta Pernikahan, Pemerintah Diminta Segera Buat Aturannya

Kisah Ibu Pencari Rumput di Banjarnegara, Jual Beras demi Beli Kuota: Gak Ada Kuota Gak Belajar

Denar Wahyu Sanjaya (13) ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa di trotoar Terminal Tipe A Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Identitas jenazah yang mengenakan celana sekolah dasar (SD) itu akhirnya terungkap setelah keluarganya yang berasal dari Kabupaten Bandung, datang ke Tasikmalaya.

Selain identitas, penyebab kematian Denar juga akhirnya diketahui.

Bocah siswa kelas VI SD itu ternyata jatuh dari truk.

Saat itu, korban bersama empat teman sekampungnya menumpang sebuah truk dan hendak menuju ke Pangandaran.

Bocah asal Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung tersebut ditemukan tewas mengenaskan setelah ditinggalkan oleh teman-temannya begitu saja.

Keempat temannya pun kembali ke kampung halamannya setelah mengetahui korban terjatuh.

Namun, mereka tidak memberitahukan secara langsung kejadian itu kepada ibu korban.

"Ibu korban tak tahu anak-anaknya pergi bersama temannya."

"Tahunya, ibu korban mengira anaknya sedang bermain layang-layang," ujar Engkus Uswara.

Engkus adalah aparat desa yang mengantar ibu korban menjemput jenazah di kamar mayat RSUD Soekardjo Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2020).

"Sesuai keterangan teman korban, mereka meninggalkan korban setelah terjatuh dari truk tanpa mengetahui korban masih hidup atau sudah meninggal," kata Engkus.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait :#Berita Regional
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved