Breaking News:

Berita Banjarnegara

Panen Raya Kedelai Petani Susukan Banjarnegara, Budhi: Tak Cukup, Harus Pandai Cari Terobosan

Panen Raya Kedelai Petani Susukan Banjarnegara, Budhi: Tak Cukup, Harus Pandai Cari Terobosan

Penulis: amanda rizqyana | Editor: yayan isro roziki
Tribunbanyumas.com/Khoirul Muzaki
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, bersama Forkopimda setempat menghadiri panen raya kedelai di lahan milik kelompok tani di Desa Gumelam Wetan, Kecamatan Susukan, Selasa (4/8). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Petani di Banjarnegara mulai panen kedelai periode kedua tahun ini. Kedelai banyak ditanam petani di Kecamatan Susukan, Purwanegara dan Bawang.

Semangat petani untuk menanam kedelai ini jadi sinyal positif untuk mewujudkan swasembada kedelai.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Totok Setya Winarna mengatakan, sampai saat ini, kebutuhan kedelai dalam negeri masih mengandalkan impor.

Penanaman kedelai secara masif oleh petani diharapkan mampu menekan angka impor hingga terwujudnya swasembada.

Keluarga A6, Sipil Pertama Pemilik Rantis Maung 4x4 Produksi Pindad, Ashanty: Kami Beli Dua

Klaim Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Sukses Wujudkan Banjarkebuka: Cita-cita Itu Terlaksana

Dibangun Sejak Zaman Perang Kemerdekaan, Madrasah di Banyumas Ini Akhirnya Tersentuh Bantuan

Buron Sejak Mei, Tersangka Curanmor di Kebumen Berakhir di Tangan Polisi

Totok mengungkapkan, harga kedelai di tingkat petani saat ini berkisar Rp 8 ribu hingga Rp. 9 ribu per kilogram.

“Kita optimis peningkatan produksi kedelai ini bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tidak lagi menggantungkan dari impor,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Data potensi tanaman kedelai di Kabupaten Banjarnegara tahun 2019, dari luas lahan panen sekitar 589,1 hektar, jumlah produksi mencapai sekitar 661,44 ton.

Sedangkan di Kecamatan Susukan, dari luas lahan panen sekitar 77 hektar, jumlah produksi kedelai mencapai sekitar 107,42 ton, atau rata-rata produksi per hektar mencapai sekitar 13,95 kuintal.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengingatkan petani dalam bercocok tanam perlu memerhatikan musim, kondisi tanah serta ketersediaan air di wilayahnya.

Ini penting agar hasil usaha pertanian warga bisa lebih maksimal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved