Breaking News:

Berita Banyumas

Kramas Desak Tempat Hiburan Malam Bisa Dibuka Lagi di Banyumas, Ancam Gelar Aksi Pekan Depan

Kebijakan penutupan tempat karaoke sejak lima bulan dianggap sangat merugikan pengusaha dan karyawan di Banyumas.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Audiensi pengusaha tempat karaoke yang tergabung salam Komunitas Karaoke Banyumas (Kramas) di Kantor Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Selasa (4/8/2020). 

"Karyawan nganggur semua, tidak ada pekerjaan lain dan solusi dari pemerintah."

"Waktu itu ada program prakerja, ternyata harus mendaftar lewat aplikasi."

"Berkali-kali masuk aplikasi tapi susah," kata dia.

Pihaknya juga tidak dapat memberikan gaji selama karyawan dirumahkan.

Sebagai gambaran, kata dia, untuk biaya listrik selama penutupan karaoke setiap bulan sekira Rp 15 juta.

"Itu tempat karaoke yang kecil, belum lagi yang besar."

"Kerugian pasti ada, tapi kami belum mendata yang jumlahnya sekira 26 outlet," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinpirabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati Banyumas.

Pihaknya juga akan segera dibahas oleh gugus tugas.

"Kami akan sampaikan kepada Bupati, karena kami tidak punya kewenangan untuk memutuskan."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved