Breaking News:

Berita Pekalongan

Delapan Korban Kebakaran Pekalongan Masih Dirawat di RS: Saya Sadar karena Merasa Digendong Petugas

"Luka bakar ada satu orang tapi itu cuma luka bakar ringan. Sekarang, yang kami follow up yaitu pasien yang mengalami keluhan sesak napas," jelasnya.

Editor: rika irawati
Istimewa
Tim pemadam kebakaran menjebol pintu masuk ruko yang tebakar di Kota Pekalongan, akibat kejadian ini satu orang meninggal dunia. Istimewa 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Delapan korban kebakaran yang terjebak di dalam rumah sekaligus ruko di Jalan KH Mas Mansyur No 24, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020) dini hari, masih tmenjalani perawatan intensif di RSUD Bendan Kota Pekalongan.

Kabid Pelayanan RSUD Bendan Budi Santoso mengatakan, sore ini, pihak rumah sakit terus mengawasi kondisi kedelapan pasien yang masih satu keluarga tersebut. Pihaknya terus memastikan tidak ada keluhan yang berarti.

"Pagi tadi, ada sembilan korban kebakaran yang dibawa ke RSUD Bendan. Dari sembilan orang tersebut, ada satu orang yang meninggal dunia. Sedangkan, delapan orang masih difollow up perkembangan kondisinya," kata Kabid Pelayanan RSUD Bendan Budi saat ditemui Tribunbanyumas.com.

Menurut Budi, sampai saat ini kedelapan pasien masih dalam kondisi yang stabil dan akan terus dipantau rumah sakit.

"Sampai detik ini, kondisi korban kebakaran stabil," ujarnya.

Budi menjelaskan, para pasien masih mengeluhkan sesak napas yang kemungkinan dipicu lantaran menghirup asap kebakaran.

"Luka bakar ada satu orang tapi itu cuma luka bakar ringan. Sekarang, yang kami follow up yaitu pasien yang mengalami keluhan sesak napas," jelasnya.

Sementara, untuk satu orang korban kebakaran yang meninggal dunia, Budi mengaku belum bisa memastikan penyebab kematiannya karena harus melalui proses autopsi terlebih dahulu.

Sementara itu, Eko Sugondo (44), korban kebakaran menceritakan, pada saat kejadian, dia masih tidur, lalu mendengar teriakkan sehingga terbangun.

"Waktu itu masih gelap, Mas. Saya terbangun mendengar suara teriakan di lantai bawah. Setelah, turun ke bawah melihat api di depan. Saya langsung mengevakuasi istri, anak, dan adik-adiknya ke kamar mandi yang ada di lantai 2," jelasnya.

"Kemudian, mereka saya siram air. Setelah itu saya pingsan dan tidak tahu apa-apa lagi," kata Eko.

Menurutnya, ia mulai sadar pada saat dievakuasi tim pemadam kebakaran.

"Saya baru sadar karena menghirup udara saat berada di bawah. Saya sadar karena merasa digendong sama petugas," ujarnya. (dro)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved