Berita Banjarnegara

Petugas Dintan Banjarnegara Bakal Cek Penyembelihan Hewan Kurban, Termasuk Kesehatan Hati

Dalam pemeriksaan postmortem, organ hewan kurban yang biasa diperiksa petugas telah disembelih adalah hati.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
DOKUMENTASI - BERSIHKAN KEPALA HEWAN KURBAN; Bayu Setiawan (45) saat menguliti sebuah kepala sapi di Kampung Bustaman Jalan MT Haryono Purwodinatan, Semarang Tengah, Jawa Tengah, Minggu (11/8/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Iduladha tinggal beberapa hari lagi. Sebagian masyarakat sudah menyiapkan hewan kurban untuk disembelih di hari raya.

Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara menggiatkan pemeriksaan hewan kurban terkait kelayakan dan kesehatannya.

Petugas bukan hanya dikerahkan untuk memeriksa hewan sebelum dipotong namun juga setelah disembelih guna memastikan daging aman dikonsumsi.

Nyatanya, tidak semua penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) bisa dikenali melalui pemeriksaan luar atau kasat mata.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Herrina Indri Hastuti mengatakan, selain Antraks, penyakit zoonosis lain yang mesti diwaspadai adalah cacing hati.

Karenanya, petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan hewan kurban menggunakan dua metode, yakni antemortem dan postmortem.

Antemortem adalah metode pemeriksaan kesehatan hewan saat masih dalam kondisi hidup.

Sementara postmortem adalah teknis pemeriksaan hewan kurban setelah dipotong atau dalam kondisi sudah mati.

Pemeriksaan postmortem ini tak kalah penting untuk memastikan daging yang akan dibagikan aman dikonsumsi.

"Untuk kasus Antraks belum ditemukan, mudah-mudahan juga tidak ada," katanya, Selasa (28/7/2020).

Dalam pemeriksaan postmortem, organ hewan kurban yang biasa diperiksa petugas telah disembelih adalah hati.

Terlebih, penyakit yang sering dijumpai pada hewan kurban adalah cacing hati.

Hewan kurban, baik kambing atau sapi baru bisa dipastikan menderita cacing hati setelah dipotong dan diperiksa hatinya.

Jika ditemukan cacing di dalam hati ternak yang telah dipotong, pihaknya biasanya akan merekomendasikan kepada masyarakat atau panitia kurban agar organ itu tidak dikonsumsi.

Tetapi, untuk daging hewan yang menderita cacing hati, ia memastikan masih aman dikonsumsi sehingga layak dibagikan.

"Untuk dagingnya aman, hanya hatinya jika ada cacing dianjurkan tidak dikonsumsi atau dibagikan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved