Berita Nasional

Orangtua Jangan Terlalu Sering Larang Anak Bermain, Awas Efek Buruknya Bisa Seperti Ini

Manfaat bermain mulai dari perkembangan motorik, kognitif, moral dan etika, karakter, krearivitas, kesadaran diri, komunikasi dan bahasa.

Editor: deni setiawan
Kompas.com
Ilustrasi Ibu dan Anak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA -  Kementerian PPPA meminta para orangtua untuk dapat memperhatikan tumbuh kembang si buah hati mereka.

Termasuk juga jangan sampai salah satu hak anak dibatasi apalagi tidak dipenuhi.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin mengatakan, di dalam konvensi hak anak, salah satu hak anak adalah bermain.

Menurut Lenny, manfaat bermain mulai dari perkembangan motorik, kognitif, moral dan etika, karakter, krearivitas, kesadaran diri, komunikasi dan bahasa serta dapat dijadikan terapi.

KPK Tunda Tahan Satu Tersangka Kasus Dugaan Suap di Sumut, Karyoto: Dia Reaktif Hasil Rapid Test

Isu Kembalinya Praktik Prositusi di GBL Semarang, Ini Fakta Hasil Sidak Pengurus Paguyuban

Rumah Guru Wiyata Terbakar di Purbalingga, Lupa Matikan Kompor, Sedang Mengajar Sistem Daring

Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 Terus Menurun di Kota Semarang, Ini Buktinya

“Sebagai orang dewasa jangan sering-sering melarang anak untuk bermain, yang penting ikut mendampingi,” kata Lenny, Selasa (28/7/2020).

“Jadi kalau anak- anak bermain tidak benar itu bisa diingatkan."

"Anak- anak kan tidak tahu apa itu bahaya, anak tidak tahu mana yang benar."

"Mana yang tidak, anak tidak tahu mana yang postif mana yang negatif,” lanjut dia.

Dalam situasi dan kondisi apapun anak butuh untuk bermain.

Sehingga, penting untuk menyiapkan tempat bermain yang ramah untuk anak.

Prinsip ruang bermain ramah anak adalah gratis, non diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, partisipasi anak, aman dan selamat, nyaman dan sehat, serta kreatif dan inovatif.

“Ini harus dipegang dahulu nih, gratis."

"Jadi kalau ada taman bermain berbayar berarti bukan termasuk ruang bermain ramah anak, harus gratis.” tegas Lenny.

“Tidak boleh ada diskriminasi, tempat bermain untuk anak harus terbaik, aman, sehat karena anak banyak bergerak di sana."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved