Breaking News:

Berita Semarang

Sidang Putusan Pak RT Penolak Pemakaman Jenazah Perawat Covid-19 di Ungaran, Dijatuhi Hukuman Ini

Sidang Putusan Pak RT Penolak Pemakaman Jenazah Perawat Covid-19 di Ungaran, Dijatuhi Hukuman Ini

TribunBanyumas/Akbar Hari Murti
Sidang putusan Pak RT dkk, terdakwa penolak jenazah perawat RSUP Kariadi, korban Covid-19, yang sedianya hendak dikubur di TPU Sewakul, Bandarjo, Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Dalam sidang di PN Ungaran, Senin (27/7/2020), ketiga terdakwa dijatuhi hukuman 4 bulan penjara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pak RT penolak pemakaman jenazah perawat RSUP dr Kariadi Semarang di TPU Sewakul, yang meninggal karena Covid-19 menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Ungaran, Senin (27/7/2020).

Selain Pak RT yang bernama Tri Atmojo Hanggoro Purbosari (Purbo), terdapat dua terdakwa lain dalam kasus ini Bambang Sugeng Santoso, dan Sutiadi.

Pak RT Purbo dan dua terdakwa lain dijatuhui hukuman 4 bulan penjara oleh majelis hakim PN Ungaran.

Resmi! Pak RT dkk Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Perawat RSUP Kariadi Korban Corona

Heboh, Hubungan Intim Sepasang Kekasih di Hotel Jadi Tontotan Warga, Lupa Tutup Jendela

Catat, Embun Es di Dataran Tinggi Dieng Diperkirakan Muncul Lagi di Agustus-September

Jelang Pensiun PNS Ini Malah Jadi Tersangka, Provokasi Warga Tolak Jenazah Korban Corona di Banyumas

"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 4 bulan dan denda masing-masing Rp100 ribu subsider 1 bulan kurungan," kata kakim ketua, Muhammad Ihsan Fathoni.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ambarawa pada sidang sebelumnya, yakni 7 bulan penjara.

Dalam sidang tersebut, Muhammad Ihsan membacakan amar putusan amar putusan sebanyak 92 lembar.

Selain Muhammad Ihsan sebagai hakim ketua, majelis hakim di persidangan itu adalah Sulistyanto Rokhmad dan Wasis Priyanto.

"Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, dalam hal penanganan jenazah akibat wabah secara bersama-sama," jelasnya.

Kuasa hukum para terdakwa, Kusumandityo, mengatakan ketiga terdakwa menerima keputusan itu.

"Menurut saya ada perbedaan pendapat. Menghalangi itu ya harusnya secara fisik."

"Karena saat kejadian sebenarnya lebih ke arah diskusi saja."

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved