Berita Kriminal

Depresi Di-PHK karena Corona Rendy Bunuh Anak-Istrinya, Pelaku 2 Kali Gagal Gantung Diri

Depresi Di-PHK karena Corona Rendy Bunuh Anak-Istrinya di Banyuasin, Polisi: Pelaku 2 Kali Gagal Gantung Diri, lalu minum racun

TRIBUNJOGJA.com/Suluh Pamungkas
Ilustrasi jenazah korban pembunuhan - Diduga depresi karena di-PHK dari tempat kerjanya, sebagai dampak dari pandemi corona, seorang pria di Banyuasin, Sumsel, membunuh anak-istirnya. Korban dipukul dengan tabung gas hingga tewas. Pelaku lalu berupaya mengakhir hidup, namun dua kali gagal gantug diri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUASIN - Seorang pria di Banyuasin mengalami depresi setelah di- PHK dari tempat kerjanya karena dampak pandemi corona.

Pria bernama Rendy Arista (34), itu pun kemudian membunuh istri - anaknya: Yuti Kontesa (30) dan  Rajata Baikal (3).

Rendy pun kemudian berusaha bunuh diri, dengan cara gantung diri, namun dua kali gagal karena tali yang digunakannya putus.

Pamit Bunuh Diri ke Ibu, Siswi SMK Ditemukan Gantung Diri Pakai Sabuk Karate, Sebelumnya Curhat Ini

Purbo Kapok Jadi Ketua RT, Penolak Jenazah Korban Covid-19 di Ungaran Dihukum 4 Bulan Penjara

Viral Video Camat di Cilacap Dapat Pesawat untuk Operasional, Ini Faktanya

Kepergok Curi Sepeda Onthel, Maling Ini Kabur Tinggalkan Motornya di Salatiga

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar mengatakan, Rendy membunuh kedua korban saat tertidur pulas di rumah mereka di Desa Tajamulya, Philips IV, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (27/7/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kedua korban tewas dengan kondisi mengalami luka parah di kepala setelah dipukul oleh pelaku dengan menggunakan tabung gas.

Setelah istri dan anaknya tewas, Rendy berupaya gantung diri di belakang rumah.

Namun upaya itu gagal karena talinya terputus.

"Pertama dia gantung diri di belakang rumah menggunakan kain dan kainnya putus."

"Setelah itu dia gantung diri lagi di dapur dekat kulkas dan talinya juga putus."

"Akhirnya dia membatalkan untuk gantung diri dan meminta tolong dengan tetangganya," kata Ginanjar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020).

Karena usaha gantung diri gagal, Rendy akhirnya mengeluarkan mobil dan menuju ke kawasan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Di sana, ia menenggak racun namun upaya bunuh diri itu lagi-lagi gagal karena diketahui oleh warga.

"Di tengah jalan, pelaku ini meminum racun. Warga langsung menolongnya dan menghubungi polsek."

"Dari Polsek konfirmasi ke kita mengenai ciri-ciri pelaku ini dan ternyata memang benar," ujar Ginanjar.

Saat ini, Rendy telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Banyuasin untuk menjalani perawatan.

Setelah mendapat perawatan, pelaku baru akan diperiksa petugas.

"Kondisinya sekarang kritis. Namun, dari informasi sementara pelaku ini membunuh anak dan istrinya karena depresi akibat tidak bekerja."

"Pelaku ini juga mau bunuh diri usai membunuh istri dan anak ketiganya tersebut," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita Kriminal
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved