Breaking News:

Berita Seleb

Kisah Haji Bolot, Hidup Susah Jadi Kuli Pelabuhan hingga Anti Kredit, Selalu Beli Tunai

Kisah Haji Bolot, Hidup Susah Jadi Kuli Pelabuhan hingga Tak Mau Beli Barang Kredit

kolase tribunpontianak.co.id
Pelawak kawakan Bolot, mengungkapkan kisah hidupnya sebelum sukses seperti sekarang ini. Ia pernah menjadi kuli di pelabuhan Tanjung Priok. Saat sukses, ia tetap menghindari kredit dan selalu membeli barang secara tunai alias cash. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Siapa nyana, komedian sukses Haji Bolot, dulu pernah hidup susah sebagai kuli di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kini, Bolot terbilang sukses di dunia hiburan Tanah Air. Meski begitu, ia enggan untuk hidup glamour.

Ia pun selalu membeli barang secara tunai alias cash, dan tak pernah mau beli apapun secara kredit.

Sebagai bukti kesuksesannya kini, kepada Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Billy Syahputra dalam acara Okay Bos, pemilik nama asli Muhammad ini menyebut telah memiliki 142 kontrakan.

Hanya 35 Detik, Perampok Bersenjata Kuras Perhiasan Toko Emas di Dekat Polsek Blora

Ketua Papdesi Purbalingga Sahlan: Pungutan saat Pelantikan Perangkat Desa Bukan Tradisi

Ceritanya Wilayah Sini Tempat Pembuatan Candi, Dulunya Kesaksian Warga soal Situs Kuno di Dieng

Xavi Hernandez Positif Covid-19, Gelandang Legendaris Barcelona yang Kini Melatih Al Sadd

“Memang benar katanya ada kontrakan juga, bisnis yang lain?” tanya Nagita Slavina dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official berjudul “Malih-Bolot, Sang Legenda”, Sabtu (25/7/2020).

“Alhamdulilah kalau kontrakan lumayan cukup dah buat makan. Cuma 142 (kontrakan),” jawab Haji Bolot.

Selain itu, fakta menarik tentang Haji Bolot juga terungkap.

Rupanya, ia tidak pernah membeli barang secara kredit, mulai dari rumah hingga mobil.

“Cash (kalau membeli apa saja), ya kalau enggak punya duit jangan beli."

"Orang artis jangan suka kredit, apalagi artis bisa ada (uang) sekarang, bisa enggak ada besok,” ucap Haji Bolot.

Sebelumnya, Haji Bolot sempat menceritakan masa lalunya bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pekerjaan tersebut dilakukannya pada tahun 60-an, di mana saat itu dia merasakan hidup susah.

“(Jadi) buruh benar di pelabuhan Tanjung Priok, itu tahun 60-an."

"Gue dulu orang yang paling blangsak, susah dulu,” ucap Haji Bolot.

“Jadi buruh waktu masih bujangan, gaji Rp 20 perak, satu hari."

"Yang penting gue bisa masuk ke pelabuhan, enggak ngurusin gaji dah,” kata Haji Bolot menambahkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dulu Jadi Buruh Pelabuhan, Haji Bolot Kini Punya 142 Kontrakan

Kakek 67 Tahun Lima Kali Setubuhi Anak di Bawah Umur di Kebumen, Polisi: Dilakukan saat Rumah Sepi

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Setelah 5 Tahun, Wajah Fajri Bisa Kembali Tersenyum, Kisa Pilu Bocah Lumpuh Layu di Banjarnegara

Dinyatakan Bunuh Diri, Mengapa Jasad Editor Metro TV Ada di Pinggir Tol? Begini Jawaban Polisi

Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved