Berita Banjarnegara

'Ceritanya Wilayah Sini Tempat Pembuatan Candi, Dulunya' Kesaksian Warga soal Situs Kuno di Dieng

'Ceritanya Wilayah Sini Tempat Pembuatan Candi, Dulunya' Kesaksian Warga soal Situs Kuno di Dieng

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Temuan susunan batu kuno diduga tangga kuno atau Onto Budho di jalur pendakian menuju puncak Gunung Sipandu, kawasan dataran tinggi Dieng. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - "Ceritanya wilayah sini tempat pembuatan candi, dulunya," begitu kesaksian warga, terkait penemuan situs kuno diduga Ondo Budho, di kawasan dataran tinggi Dieng.

Situs diduga Ondo Budho di gunung Sipandu Dieng jadi temuan menarik untuk memperkaya khasanah kesejarahan Dieng.

Situs itu mulanya ditemukan pendaki gunung Sipandu yang lantas melaporkannya ke pengelola basecamp, sekitar dua pekan lalu.

Susunan Batu Kuno Ditemukan di Gunung Sipandu Dieng, Diduga Tangga Purbakala

Setelah 5 Tahun, Wajah Fajri Bisa Kembali Tersenyum, Kisa Pilu Bocah Lumpuh Layu di Banjarnegara

Dinyatakan Bunuh Diri, Mengapa Jasad Editor Metro TV Ada di Pinggir Tol? Begini Jawaban Polisi

Temuan Ondo Budho Ungkap Bagaimana Warga Zaman Dulu Mengakses Gunung Dieng

Ahmad Waluyo, pengelola basecamp gunung Sipandu meneruskan informasi itu ke arkeolog Banjarnegara, Aryadi Darwanto.

Benar saja, setelah dicek, batu yang tersusun memanjang itu bukan batu biasa, melainkan bangunan purbakala.

Bangunan itu mirip tangga karena berada di posisi kemiringan 30-40 derajat.

Diduga situs itu adalah tangga kuno atau Ondo Budho yang sebelumnya juga pernah ditemukan di wilayah Desa Sikunang, Kejajar, Wonosobo.

Waluyo mengatakan, susunan batu itu terletak di bibir tebing, atau di jalur pendakian gunung Sipandu.

Tetapi ia menjamin situs itu aman dan tidak rusak karena aktivitas pendakian.

Karena memiliki nilai sejarah, pihaknya pun mewanti-wanti pendaki agar tidak merusak atau memindahkan benda purbakala itu dari tempat aslinya.

"Kami imbau pendaki untuk tidak memindahkan batu purba itu," katanya, Sabtu (25/7/2020)

Waluyo mengatakan, benda purbakala itu mulanya terkubur, kemudian tersingkap setelah lahan digali untuk aktivitas pertanian.

Tetapi temuan batu purba bukanlah hal baru bagi masyarakat dusun Bitingan.

Batuan candi sebelumnya ditemukan berserak di wilayah itu, termasuk di puncak gunung Sipandu yang masih ada hingga sekarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved