Breaking News:

Berita Nasional

Pasien Covid-19 Bisa Klaim Biaya Perawatan, Sesuai Aturan Baru Kemenkes, Begini Caranya

Pasien Covid-19 Bisa Klaim Biaya Perawatan, Sesuai Aturan Baru Kemenkes, Begini Caranya

Editor: yayan isro roziki
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kesehatan (Menkes), dr Terawan Agus Putranto, mengeluarkan keputusan menteri kesehatan (KMK) yang mengatur bahwa pasien Covid-19 boleh melakukan klaim biaya perawatan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sesuai aturan baru menteri kesehatan (Menkes) pasien Covid-19 bisa melakukan klaim biaya perawatan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meneken Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01/07/ MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Dilansir dari siaran pers Kemenkes, Kamis (23/7/2020), Keputusan Menteri Kesehatan itu merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya bernomor HK.01/07/MENKES/238/2020.

Survei Charta Politika: 31,9 Persen Masyarakat Nilai Pemerintah Tak Terbuka soal Pandemi Covid-19

Perputaran Uang Besar, Jubir Presiden Yakin Pilkada 2020 Jadi Peluang Pulihkan Ekonomi Nasional

Modal Struk ATM dan Data di Website KPU, Komplotan Ini Kuras Uang Ratusan Juta di Bank Daerah

195 Ribu Warganya Menyalahgunakan Narkoba, Jateng Duduki Peringkat 4 di Indonesia Kasus Narkoba

Pada KMK yang baru, secara rinci diatur peran dan fungsi dari kementerian/lembaga dan badan yang terlibat, yakni Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota, dan rumah sakit.

Kemudian, pembiayaan pasien yang dirawat dengan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu, termasuk infeksi Covid-19, dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Klaim pembiayaan ini berlaku bagi pasien yang dirawat di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan penyakit infeksi emerging tertentu.

Kriteria pasien yang dapat diklaim biaya pelayanannya, antara lain:

1. Kriteria pasien rawat jalan

a. Pasien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax.

Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu yaitu kondisi tidak dapat dilakukan pemeriksaan x-ray, foto thorax.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved