Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Kisah Keluarga Penderita Gangguan Jiwa di Salatiga, Ibunya Sakit Sehingga Kiki Dipasung di Kamar

Kiki begitu sapaan akrabnya, sebelumnya terpaksa dipasung oleh pihak keluarga lantaran mengalami gangguan jiwa, sejak 2013 silam.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI MRI-ACT
Tim Relawan MRI-ACT melepas kain yang menjerat kaki Kiki, si penderita gangguan jiwa di Kota Salatiga, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Yehezkiel Eka Putra (15) warga RT 02 RW 10, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga kini dapat bergerak bebas.

Itu setelah Tim Relawan Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) mendatangi rumahnya, Rabu (22/7/2020).

Kiki begitu sapaan akrabnya, sebelumnya terpaksa dipasung oleh pihak keluarga lantaran mengalami gangguan jiwa.

Dua Marketing Bank Salatiga Dititipkan ke Rutan, Terlibat Korupsi Dana Nasabah

Ganjal Mesin ATM di Salatiga, Pelaku Tawarkan Bantuan Saat Korban Tak Bisa Tarik Uang

Kunjungan Napi Rutan Salatiga Diganti Video Call, Keluarga Cukup Setor Nomor Telepon

Target Rampung Akhir Tahun Ini, Pembebasan Lahan Exit Tol Dalam Kota Salatiga

Setidaknya telah 7 tahun lamanya kedua kakinya diikat menggunakan kain karena kerap mengamuk.

Sedangkan ibunya, Jumirah (45) merupakan seorang janda dan menderita sakit polio sehingga mengakibatkan kaki serta tangan bagian kanan kurang berfungsi normal.

Jumirah mengatakan, kondisi yang dialami Kiki (15) diketahui ketika anaknya itu berusia 3 tahun.

Dia bercerita, tidak ada gejala khusus, hanya saja di saat anak-anak seusianya mulai bicara justru Kiki sulit berucap ditambah pendengaran kurang baik.

"Saya sangat menyayangi anak saya, hanya saja kondisi ekonomi dan fisik saya tidak mampu merawat serta mengawasi dia terus menerus."

"Jadi, terpaksa sejak 2013 itu kakinya diikat ke tiang tempat tidur," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (22/7/2020).

Menurut Jumirah, atas masalah yang dideritanya itu telah dilaporkan ke Dinas Sosial Kota Salatiga tetapi tidak ada tindakan lanjutan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved