Breaking News:

Berita Jawa Tengah

53 Kasus Kekerasan Terjadi Selama 7 Bulan di Kabupaten Semarang, Romlah: Akibat Rusaknya Komitmen

Dari data yang telah disusun DP3AKB, terdapat 53 kasus kekerasan di Kabupaten Semarang sepanjang Januari hingga Juli 2020.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Kasus kekerasan di Kabupaten Semarang, angkanya terpantau semakin tinggi.

Itu tersaji dari data di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang.

Tingginya kasus kekerasan tersebut diduga akibat rusaknya komitmen keluarga.

Dragan Rencanakan Latihan Malam Hari di Stadion Citarum Semarang

Subsidi Bulanan Tambah Rp 300 Juta, CEO PSIS Semarang: Nilainya Masih Kurang Ideal

Coklit Dilakukan di Teras Rumah Saja, Ini Pertimbangan KPU Kabupaten Semarang

Sekelompok Remaja Pamer Senjata, Kabur Saat Isi BBM di SPBU Ngaliyan Semarang, Ini Kata Polisi

"Ada komitmen keluarga yang rusak, sehingga berakibat terhadap beberapa hal."

"Perceraian dan kondisi keluarga yang tidak harmonis."

"Sehingga akibatnya, anak dan perempuan menjadi korban."

"Termasuk kekerasan fisik maupun mental," jelas Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (22/7/2020).

Romlah menjelaskan, dari data yang telah disusun DP3AKB, terdapat 53 kasus kekerasan di Kabupaten Semarang sepanjang Januari hingga Juli 2020.

Perinciannya, 15 kasus kekerasan dialami anak-anak, dan 38 kasus kekerasan dialami perempuan dewasa.

Romlah menguraikan, dari 15 kasus kekerasan anak-anak, 9 di antaranya dialami anak perempuan dan 6 lainnya dialami anak laki-laki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved